Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan resmi menawarkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 yang terdiri atas ORI030T3 dengan tenor tiga tahun dan ORI030T6 dengan tenor enam tahun.
Instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel tersebut menawarkan kupon tetap (fixed rate) masing-masing sebesar 6,90% per tahun untuk ORI030T3 dan 7,00% per tahun untuk ORI030T6. Kedua seri ini juga memiliki karakteristik dapat diperjualbelikan (tradable) di pasar sekunder antarinvestor domestik.
Minat masyarakat terhadap ORI030 terpantau sangat tinggi. Hingga 16 Juli 2026 pukul 16.00 WIB, realisasi penjualan telah mencapai Rp 21,9 triliun atau mendekati total target kuota yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 25 triliun.
Tingginya animo investor individu tidak terlepas dari kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang masih solid. Per 31 Mei 2026, pendapatan negara tercatat tumbuh 19,1% secara tahunan atau year on year (yoy), sementara belanja negara meningkat 34,4% (yoy).
Baca Juga: IHSG Ditutup Naik 1,1% ke 6.175 pada Jumat (17/7), KLBF, TLKM, TOWR Top Gainers LQ45
Masyarakat dapat melakukan pemesanan ORI030 secara daring dengan nilai investasi mulai dari Rp 1 juta. Masa penawaran instrumen tanpa warkat ini akan berlangsung hingga 30 Juli 2026.
Analis Keuangan Negara Ahli Madya Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Chandra A.S. Wibowo, mengatakan bahwa kondisi fiskal Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global menjadi salah satu faktor yang mendorong daya tarik SBN ritel.
"ORI030 sangat cocok untuk orang yang baru pertama kali berinvestasi," terangnya di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Selain menawarkan imbal hasil yang kompetitif, ORI030 juga memberikan kemudahan akses bagi investor pemula. Nilai nominal per unit ditetapkan sebesar Rp 1 juta, dengan pembayaran kupon perdana yang dijadwalkan pada 15 September 2026.
Optimisme terhadap prospek investasi SBN ritel pada tahun ini juga disampaikan Chandra.
Baca Juga: Dana Asing Serbu Obligasi Asia, Indonesia Jadi Tujuan Utama
"Saya melihat prospek investasi pada SBN Ritel sepanjang 2026 masih sangat bagus," ujar Chandra.
Menurut dia, investasi pada ORI030 tidak hanya memberikan manfaat finansial bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap pembiayaan pembangunan nasional melalui APBN.
"ORI030 merupakan instrumen fiskal untuk pembiayaan APBN. Bagi masyarakat, ORI030 merupakan instrumen investasi yang kompetitif dan menarik," tambah Chandra.
Pada seri berjangka lebih panjang, yakni ORI030T6, pemerintah turut menyematkan label SDGs bond ritel konvensional. Label tersebut menunjukkan bahwa dana yang dihimpun melalui instrumen ini akan mendukung pembiayaan pembangunan berkelanjutan dan pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
