kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.404.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.195
  • IDX 7.294   -26,58   -0,36%
  • KOMPAS100 1.142   -7,10   -0,62%
  • LQ45 920   -3,25   -0,35%
  • ISSI 218   -1,41   -0,64%
  • IDX30 460   -1,72   -0,37%
  • IDXHIDIV20 554   -0,98   -0,18%
  • IDX80 128   -0,53   -0,41%
  • IDXV30 130   0,41   0,32%
  • IDXQ30 155   -0,33   -0,21%

Rupiah melemah ke Rp 14.219 per dolar AS pada awal perdagangan Selasa (3/9)


Selasa, 03 September 2019 / 08:51 WIB
Rupiah melemah ke Rp 14.219 per dolar AS pada awal perdagangan Selasa (3/9)
ILUSTRASI. Petugas Merapikan Mata Uang Rupiah


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menguat dalam tiga hari perdagangan berturut-turut hingga kemarin, nilai tukar rupiah kembali melemah pada pagi ini. Selasa (3/9) pukul 8,39 WIB, rupiah spot berada di Rp 14.219 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,18% jika dibandingkan dengan harga penutupan kemarin pada Rp 14.194 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah kenaikan nilai tukar dolar AS. Indeks dolar hari ini mencapai level tertinggi sejak Mei 2017. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ini berada di 99,14.

Baca Juga: Prediksi Kurs Rupiah: Minim Sentimen

Tak sendirian, rupiah melemah bersama dengan hampir seluruh mata uang Asia. Pelemahan terbesar dicatatkan oleh mata uang Korea Selatan, won yang turun 0,27%. Di posisi ketiga setelah rupiah, dolar Singapura pun melemah 0,16%. Hanya kurs yuan offshore yang pagi ini menguat tipis terhadap the greenback.

Kabar buruk global masih membayangi pasar keuangan. Selain kenaikan tarif AS dan China, pasar global menghadapi sentimen negatif dari krisis Argentina dan no-deal Brexit yang disokong oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Baca Juga: Rupiah menguat Rp 14.194 per dolar hari ini , bagaimana nasib Selasa (3/9) besok?

Ketiga sentimen negatif tersebut mengiringi kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Sejumlah PMI manufaktur yang dirilis menunjukkan bahwa aktivitas pabrik masih tertekan pada bulan Agustus lalu. 

Hari ini, Institute for Supply Management (ISM) akan merilis survei manufaktur AS. Hingga saat ini, ISM masih berada di atas 50 meski aktivitas manufaktur menurun. Jika ISM yang dirilis hari ini bagus, maka tekanan turun pasar keuangan menjadi lebih terbatas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Pre-IPO : Explained Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM)

[X]
×