kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Rupiah Melemah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Ini Sentimen yang Menekan Kurs


Senin, 28 September 2026 / 18:30 WIB
Rupiah Melemah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Ini Sentimen yang Menekan Kurs
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Senin (28/9/2026). (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Senin (28/9/2026). Pergerakan mata uang Garuda dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik, mulai dari penguatan dolar AS hingga tingginya permintaan valuta asing di dalam negeri.

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (28/9/2026), rupiah ditutup di level Rp17.978 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 0,42% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah juga tercermin dari kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR). Bank Indonesia mencatat rupiah berada di level Rp17.965 per dolar AS pada Senin (28/9/2026), melemah 0,27% dibandingkan posisi Jumat (25/9/2026) yang berada di level Rp17.917 per dolar AS.

Baca Juga: Harga Saham AKR (AKRA) Naik 14,45% Sepanjang 2026, Simak Rekomendasi Analis Berikut

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, tekanan terhadap rupiah masih berasal dari kombinasi faktor domestik dan eksternal. Di dalam negeri, kebutuhan dolar AS dari importir serta arus keluar dana investor asing menjadi perhatian pasar.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar, tertekan oleh kombinasi faktor internal tingginya permintaan dolar dari importir, arus keluar dana asing, serta eksternal yaitu penguatan indeks dolar AS sendiri dan kenaikan harga minyak dunia," kata Lukman kepada Kontan, Senin (28/9/2026).

Dari sisi global, perkembangan geopolitik di Timur Tengah turut menjadi sentimen yang membayangi pergerakan rupiah. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap harga minyak dunia yang berpotensi meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.

Menurut Lukman, sentimen pasar global secara keseluruhan masih cenderung negatif. Investor juga mengambil sikap lebih hati-hati menjelang rilis sejumlah indikator ekonomi penting yang akan menjadi perhatian pasar sepanjang pekan ini.

Baca Juga: SBR015 Resmi Ditawarkan, Pemerintah Bidik Penjualan hingga Rp20 Triliun

"Sentimen global secara keseluruhan masih negatif di tengah kekhawatiran terhadap perkembangan geopolitik di Timteng. Sepekan ini, investor cenderung berhati-hati menjelang rilis serangkaian data ekonomi penting, baik dari dalam maupun luar negeri," ujarnya.

Dengan berbagai sentimen tersebut, ruang pergerakan rupiah diperkirakan masih terbatas dalam perdagangan berikutnya. Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.900-Rp18.050 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×