kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.694.000   -13.000   -0,76%
  • USD/IDR 16.401   0,00   0,00%
  • IDX 6.606   19,09   0,29%
  • KOMPAS100 964   -2,78   -0,29%
  • LQ45 747   -0,24   -0,03%
  • ISSI 206   0,68   0,33%
  • IDX30 388   0,44   0,11%
  • IDXHIDIV20 470   1,92   0,41%
  • IDX80 109   -0,32   -0,29%
  • IDXV30 114   -1,22   -1,06%
  • IDXQ30 127   0,06   0,05%

Rupiah masih perkasa seiring toleransi apresiasi dari BI


Jumat, 08 April 2011 / 10:49 WIB
Rupiah masih perkasa seiring toleransi apresiasi dari BI
ILUSTRASI. Pekerja melintas di depan papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Rabu (17/6). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke zona hijau pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (17/06). Pada pukul 16.00 WI


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Mata uang Garuda kembali menguat. Dengan demikian, rupiah sudah perkasa selama empat minggu berturut-turut. Kali ini, keperkasaan rupiah disebabkan adanya spekulasi bahwa bank sentral masih akan menoleransi penguatan rupiah untuk menahan laju inflasi.

"Bank Indonesia menoleransi penguatan rupiah. Arus dana asing sangat besar. Saya tidak melihat adanya tekanan jual saat ini," ujar Bambang Eko Joewono, head of global markets division PT Bank UOB Buana kepada Bloomberg.

Catatan saja, pada pukul 10.46, rupiah berada di posisi 8.657 atau menguat 0,4% pada minggu ini.

Sekadar tambahan informasi, indeks harga konsumen naik 6,65% pada bulan lalu dibanding tahun 2010. Sementara ada Febuari, indeks harga konsumen berada di posisi 6,84%.

Sementara itu, investor asing semakin meningkatkan kepemilikannya atas surat utang negara menjadi Rp 213,3 triliun atau US$ 24,6 miliar per 7 April dari Rp 211,6 triliun pada akhir bulan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×