Reporter: Aris Nurjani | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat di awal pekan setelah terus tertekan di pekan lalu. Senin (24/10), kurs rupiah di pasar spot menguat 0,30% ke Rp 15.586 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan kurs rupiah Jisdor menguat 0,13% ke Rp 15.590 per dolar AS.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyatakan, dolar AS menguat terhadap mata uang lain hari ini. Penguatan dolar AS terutama disebabkan oleh pelemahan mata uang utama lain seperti yen akibat intervensi oleh Bank of Japan dan poundsterling akibat krisis politik setelah mundurnya perdana menteri Inggris Liz Truss.
"Bank of Japan mungkin telah mengucurkan setidaknya US$ 30 miliar pada hari Jumat dalam upaya untuk mendukung yen," ucap Ibrahim dalam riset, Senin, (24/10).
Baca Juga: Ditopang Laporan Keuangan Emiten, Ini Proyeksi IHSG & Rekomendasi Saham Esok (25/10)
Dari domestik, pelaku pasar terus memantau perkembangan inflasi, setelah berbagai lembaga memproyeksi inflasi Indonesia tahun ini akan menyentuh 6%-7%. Prediksi ini terbilang tinggi, mengingat Indonesia dalam kurun waktu lima tahun terakhir berhasil menjaga inflasi 3% sampai 5%.
Meski demikian, setidaknya inflasi yang menandakan geliat pertumbuhan ekonomi karena permintaan meningkat sejalan dengan mobilitas masyarakat yang meningkat, akan menopang pertumbuhan ekonomi.
Bahkan Indonesia menjadi negara yang mendapatkan keberuntungan saat ekonomi negara lain merosot dan mengalami stagnasi. Kinerja ekonomi domestik tetap solid.
Baca Juga: Kompak, Rupiah di Jisdor BI Menguat 0,13% ke Rp 15.590 Per Dolar AS, Senin (24/10)
Bank Indonesia (BI) mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas rupiah dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 4,75% pekan lalu.
Keputusan ini merupakan langkah front loaded, pre-emptive dan forward loking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang 7% terlalu tinggi (overshooting) dan memastikan inflasi inti ke depan kembali pada sasaran.
Ibrahim memproyeksikan rupiah kemungkinan akan dibuka berfluktuasi dan ditutup melemah berada di rentang Rp 15.560 per dolar AS-Rp. 15.630 per dolar AS pada perdagangan Selasa (25/10).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













