Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus tertekan hingga tengah hari ini. Mengutip Bloomberg, Selasa (4/8/2026) pukul 10.45 WIB, rupiah di pasar spot melemah 0,24% ke level Rp 18.041 per dolar AS.
Pada sesi sebelumnya, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 17.997 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Senin (3/8/2026), atau menguat 0,14% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 18.022 per dolar AS.
Analis Mirae Asset Sekuritas, Novani Karina Saputri mengatakan, inflasi Juli 2026 melandai menjadi 2,88% secara year on year (yoy), dengan deflasi 0,14% secara month on month (mom), terutama mencerminkan normalisasi harga sejumlah komoditas pangan setelah kenaikan pada bulan sebelumnya. Perkembangan ini mengurangi tekanan inflasi jangka pendek, tetapi risiko dari El Niño dan kenaikan harga minyak global tetap perlu dicermati.
Baca Juga: Saratoga (SRTG) Akan Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri, Simak Jadwalnya
“Rupiah masih berada dalam tekanan di sekitar Rp 18.000 per dolar AS seiring penguatan indeks dolar (DXY), ketidakpastian transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI), dan belum pulihnya arus modal asing, meskipun langkah stabilisasi BI mampu membatasi pelemahan lebih dalam,” ujar Novani dalam risetnya pada Selasa (4/8/2026).
Novani menambahkan bahwa perhatian pasar selanjutnya tertuju pada neraca perdagangan karena pelemahan rupiah dan tingginya harga minyak berpotensi meningkatkan biaya impor migas dan membatasi pemulihan surplus. Dengan demikian, stabilitas nilai tukar dan kinerja perdagangan menjadi faktor utama dalam menjaga ketahanan eksternal Indonesia.
Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah hari ini bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 17.990 – Rp 18.040 per dolar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
