kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Rupiah kian kehilangan tenaga


Selasa, 06 Januari 2015 / 17:11 WIB
ILUSTRASI. Template poster Tahun Baru Islam 1445 H. 


Reporter: Namira Daufina, Veri Nurhansyah Tragistina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Nilai mata uang rupiah kian murah jika dihadapkan dengan dollar Amerika Serikat (AS). Indikator ekonomi domestik yang di bawah ekspektasi menjadi penggerus utama rupiah dalam dua hari terakhir.

Di pasar spot, Selasa (6/1), pasangan USD/IDR bergerak menguat 0,26% dari hari sebelumnya menjadi Rp 12.647. Sementara kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan penurunan rupiah 0,55% menjadi Rp 12.658.

Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang Bank Mandiri Tbk mengatakan, melemahnya rupiah terjadi karena perpaduan sentimen global dan domestik yang negatif. Kondisi perekonomian AS yang kian membaik menjadi faktor utama yang menekan rupiah.

Hal ini dapat menjadi indikator arah kebijakan The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuan AS dari level sekarang yang 0,25%. Spekulasi kebijakan ini kian menguat menjelang rapat komite pasar terbuka The Fed (FOMC) yang akan digelar Kamis (8/1) besok.

"Investor mulai mengumpulkan dollar AS," terang Reny, Selasa (6/1). Rumor global yang sudah berhembus sejak tahun lalu itu diperkuat oleh data perekonomian domestik Indonesia yang jauh dari harapan.

Esok hari, Reny memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 12.590-Rp 12.724.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×