kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Rupiah kembali sentuh level terlemah sejak 2008


Selasa, 07 Januari 2014 / 13:47 WIB
Rupiah kembali sentuh level terlemah sejak 2008
ILUSTRASI. Teh hijau adalah salah satu bahan alami yang dapat mengatasi bibir kering


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tenaga rupiah masih belum kembali. Pada transaksi perdagangan hari ini (7/1), rupiah terjatuh mendekati level terlemah sejak 2008 lalu. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 13.30 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menunjukkan angka 12.218 per dollar. Namun, pada transaksi sebelumnya pukul 10.55 WIB, rupiah keok 0,7% menjadi 12.265 per dollar AS. Nilai ini tak jauh jaraknya dengan level terendah rupiah sejak Desember 2008 lalu yakni 12.285 per dollar AS.

Sementara, di pasar offshore, harga kontrak non deliverable forwards (NDF) rupiah untuk pengantaran satu bulan ke depan menguat 0,1% menjadi 12.288 per dollar AS. Dengan demikian, posisi rupiah di pasar NDF lebih lemah 0,2% dibanding nilai tukar rupiah di pasar spot.

Pergerakan rupiah masih dibayangi oleh kecemasan investor mengenai langkah tapering the Federal Reserve yang bisa menyebabkan arus dana asing yang masuk ke pasar finansial Indonesia semakin memburuk.

"Kecemasan mengenai isu tapering menyebabkan investor lebih memilih untuk mengempit dollar AS, kondisi ini akan memperburuk suplai dollar di pasar onshore," jelas Billie Fuliangsahar, head of treasury PT Rabobank International Indonesia di Jakarta kepada Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×