kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah Jisdor kembali melemah ke Rp 14.327 per dolar AS pada Kamis (4/11)


Kamis, 04 November 2021 / 16:01 WIB
ILUSTRASI. Rupiah Jisdor melemah ke Rp 14.327 per dolar AS pada hari ini (4/11)


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di kurs tengah Bank Indonesia masih dalam tekanan. Kamis (4/11), rupiah Jisdor berada di level Rp 14.327 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah Jisdor melemah 0,18% dibandingkan dengan hari sebelumnya di Rp 14.301 per dolar AS. Pergerakan rupiah Jisdor sejalan dengan rupiah spot yang sudah ditutup melemah 0,36% ke Rp 14.366 per doalr AS.

Pergerakan rupiah ini pun sejalan dengan mata uang di kawasan. Hingga pukul 15.44 WIB, mayoritas mata uang di Asia melemah.

Baht Thailand pun masih menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,39%. Diikuti, dolar Singapura yang ambles 0,20%.

Baca Juga: Loyo, rupiah spot ditutup melemah ke Rp 14.366 per dolar AS pada hari ini (4/11)

Selanjutnya, ringgit Malaysia koreksi 0,13% dan peso Filipina sudah ditutup tertekan 0,10%. Lalu ada won Korea Selatan yang ditutup terdepresiasi 0,08%.

Berikutnya, dolar Taiwan terlihat turun 0,02% dan yen Jepang melemah tipis 0,009% terhadap the greenback.

Sementara itu, yuan China masih menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,17%. Disusul, dolar Hong Kong menguat 0,02%.

Selanjutnya: IHSG menguat 0,52% ke 6.586 hingga tutup pasar Kamis (4/11)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×