kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.525   25,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah dan bath pimpin penurunan mata uang Asia


Rabu, 05 September 2012 / 11:15 WIB
ILUSTRASI. Cek kurs dollar-rupiah di BRI jelang tengah hari ini, Kamis 22 Juli 2021. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/18/09/2017


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

SINGAPURA. Rupiah dan bath Thailand memimpin penurunan mata uang Asia. Merosotnya industri manufaktur Amerika Serikat (AS) dan sikap investor menghindari risiko menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) menjadi penyebab utama terpuruknya dua mata uang tersebut.

Euro melemah terhadap dollar AS setelah Presiden ECB, Mario Draghi mengatakan bank sentral akan terlibat langsung di pasar obligasi untuk menjamin keberlangsungan sistem mata uang tunggal Benua Biru. Sedangkan produktivitas pabrik AS menyusut pada bulan lalu dan merupakan yang terbesar sejak Juli 2009.

Rupiah minus 0,2% menjadi 9.589 per US$. Sama besar, bath turun 0,2% menjadi 31,26. Sedangkan won Korea dan ringgit Malaysia hanya mundur 0,1%.

"Pelemahan data AS digunakan sebagai alasan untuk menyesuaikan diri menjelang pengumuman penting seperti pertemuan ECB Dan rilis jumlah pekerjaan di AS," ulas Shigehisa Shiroki, chief trader untuk Asia, Mizuho Corporate Bank Ltd di Tokyo.

Menurutnya, penurunan mata uang regional akan terbatas, mengingat dana asing masih akan masuk ke Asia di saat permintaan domestik juga sangat kuat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×