kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Rupiah dan bath pimpin penurunan mata uang Asia


Rabu, 05 September 2012 / 11:15 WIB
ILUSTRASI. Cek kurs dollar-rupiah di BRI jelang tengah hari ini, Kamis 22 Juli 2021. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/18/09/2017


Reporter: Dyah Megasari,

SINGAPURA. Rupiah dan bath Thailand memimpin penurunan mata uang Asia. Merosotnya industri manufaktur Amerika Serikat (AS) dan sikap investor menghindari risiko menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) menjadi penyebab utama terpuruknya dua mata uang tersebut.

Euro melemah terhadap dollar AS setelah Presiden ECB, Mario Draghi mengatakan bank sentral akan terlibat langsung di pasar obligasi untuk menjamin keberlangsungan sistem mata uang tunggal Benua Biru. Sedangkan produktivitas pabrik AS menyusut pada bulan lalu dan merupakan yang terbesar sejak Juli 2009.

Rupiah minus 0,2% menjadi 9.589 per US$. Sama besar, bath turun 0,2% menjadi 31,26. Sedangkan won Korea dan ringgit Malaysia hanya mundur 0,1%.

"Pelemahan data AS digunakan sebagai alasan untuk menyesuaikan diri menjelang pengumuman penting seperti pertemuan ECB Dan rilis jumlah pekerjaan di AS," ulas Shigehisa Shiroki, chief trader untuk Asia, Mizuho Corporate Bank Ltd di Tokyo.

Menurutnya, penurunan mata uang regional akan terbatas, mengingat dana asing masih akan masuk ke Asia di saat permintaan domestik juga sangat kuat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×