kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.619   66,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah Cetak Rekor Terendah, Pasar Khawatir Independensi Bank Indonesia


Selasa, 20 Januari 2026 / 09:42 WIB
Rupiah Cetak Rekor Terendah, Pasar Khawatir Independensi Bank Indonesia
ILUSTRASI. Rupiah Melemah Terhadap Dolar Amerika Serikat (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar rupiah mencetak rekor terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (20/1/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap independensi Bank Indonesia (BI).

Mengutip Reuters, rupiah sempat melemah hingga level Rp 16.975 per dolar AS pada pembukaan perdagangan.

Baca Juga: Bisnis Harta Djaya Karya (MEJA) Berubah, Bidik Peruntungan di Sektor Energi

Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah kekhawatiran pasar atas pelebaran defisit fiskal Indonesia, serta ketidakpastian global yang dipicu kebijakan tarif Amerika Serikat.

Sentimen negatif terhadap rupiah semakin kuat setelah Presiden Prabowo Subianto mengajukan nominasi keponakannya untuk bergabung dalam Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran investor mengenai potensi tekanan politik terhadap kebijakan moneter di ekonomi terbesar Asia Tenggara tersebut.

Pelaku pasar menilai independensi bank sentral berpotensi tergerus, terutama di tengah ambisi pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada 2029, dari sekitar 5% saat ini.

Kekhawatiran ini membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset keuangan Indonesia.

Baca Juga: IHSG Menguat Awal Perdagangan Selasa (20/1) Pagi, Pasar Asia Bergerak Hati-hati

Di sisi lain, tekanan eksternal juga datang dari ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat, yang turut memengaruhi arus modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kombinasi faktor domestik dan global tersebut membuat rupiah berada di bawah tekanan kuat, meskipun Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan independensi kebijakan moneter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×