Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (20/1/2026) pagi, di tengah pergerakan bursa Asia yang cenderung terbatas.
Mengacu data RTI pukul 09.18 WIB, IHSG naik 0,19% atau 17,71 poin ke level 9.151,59. Pergerakan saham terpantau beragam dengan 291 saham menguat, 261 saham melemah, dan 150 saham stagnan.
Total volume perdagangan mencapai 10,9 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,6 triliun.
Baca Juga: PTPP Tertekan: Kontrak Baru Turun, Peringkat Utang Disorot
Kinerja IHSG ditopang oleh penguatan delapan indeks sektoral. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi adalah IDX-Technology yang naik 1,09%, disusul IDX-Energy sebesar 0,80%, dan IDX-Non-Cyclical yang menguat 0,74%.
Dari jajaran saham LQ45, beberapa saham mencatatkan kenaikan tertinggi, antara lain:
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 6,31% ke Rp 438
- PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menguat 3,38% ke Rp 1.070
- PT Alamtri Minerals Tbk (ADMR) naik 2,07% ke Rp 1.975
Sementara itu, saham LQ45 yang mengalami tekanan terbesar adalah:
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 2,34% ke Rp 6.250
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melemah 1,52% ke Rp 65
- PT Amman Minerals Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 1,31% ke Rp 7.550
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat, Begini Rekomendasi Saham ENRG, MEDC, BULL, CBDK, DOOH
Di kawasan regional, pasar saham Asia-Pasifik bergerak terbatas, seiring lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Jepang tenor panjang ke level tertinggi sepanjang sejarah.
Sentimen pasar juga dibayangi kekhawatiran atas ancaman tarif baru Amerika Serikat yang kembali mencuat terkait isu Greenland.
Sejumlah negara Eropa dilaporkan tengah membahas penerapan tarif balasan dan langkah-langkah ekonomi represif sebagai respons terhadap ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump.
Ketegangan ini berpotensi memperburuk hubungan antara Washington dan negara-negara Eropa.
Pada akhir pekan lalu, Trump menyatakan bahwa ekspor dari delapan negara Eropa akan dikenakan tarif awal 10% mulai 1 Februari, yang berpotensi meningkat hingga 25% pada 1 Juni, apabila perundingan gagal menghasilkan kesepakatan yang memungkinkan AS menguasai Greenland, wilayah semi-otonom kaya mineral di bawah kedaulatan Denmark.
Di Asia, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 26.640, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.563,9.
Baca Juga: Rupiah Spot Melemah 0,19% ke Rp 16.988 per dolar AS pada Selasa (20/1) Pagi
Sementara itu, People’s Bank of China (PBOC) memutuskan untuk menahan loan prime rate (LPR) tenor satu tahun di 3% dan tenor lima tahun di 3,5%, tidak berubah selama delapan bulan berturut-turut.
Fokus investor juga tertuju ke Jepang, setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi mengumumkan rencana membubarkan parlemen dan menggelar pemilihan umum dadakan pada 8 Februari.
Pasar saham Jepang merespons negatif. Indeks Nikkei 225 turun 0,7%, sementara Topix melemah 0,52%. Di Korea Selatan, Kospi terkoreksi 0,41%, sedangkan Kosdaq bergerak stagnan.
Di pasar obligasi, yield obligasi pemerintah Jepang tenor 40 tahun melonjak hingga 4%, menembus level tersebut untuk pertama kalinya.
Menurut Fitch Group, pemilu dadakan berpotensi meningkatkan ketidakpastian politik dalam jangka pendek. Namun, jika menghasilkan pemerintahan dengan mandat yang lebih kuat, langkah tersebut dapat memberikan kejelasan kebijakan ke depan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 2.000 Jadi Rp 2.705.000 Per Gram, Selasa (20/1)
Fitch memperkirakan utang pemerintah Jepang akan tetap tinggi dalam jangka menengah, tetapi berangsur menurun seiring pertumbuhan nominal PDB yang lebih kuat.
Utang pemerintah konsolidasi diproyeksikan turun ke kisaran 190% dari PDB pada tahun fiskal 2029, dari estimasi 199,5% pada tahun fiskal 2025, setelah mencapai puncak 222% dari PDB pada tahun fiskal 2020.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 tercatat melemah 0,46%, mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Selanjutnya: Promo Spesial Go!Go!Curry!: Nama Anda Berawalan C/U/R/Y? Hemat Makan Katsu + Gyoza
Menarik Dibaca: 6 Dating Show Populer Korea Wajib Tonton, Single's Inferno Tayang Hari Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
