Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas dunia diproyeksi terus menguat seiring memanasnya geopolitik global. Mengutip Trading Economics, Senin (5/1/2026) pukul 17.10 WIB, harga emas berada di level US$ 4.432 per troy ons, naik 2,31% secara harian.
Tiffani Safinia, Research & Development ICDX, mengatakan kenaikan harga emas seiring meningkatnya permintaan aset aman menyusul eskalasi tajam hubungan Amerika Serikat (AS) dan Venezuela.
Sentimen pasar memburuk setelah otoritas AS mengonfirmasi penahanan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam operasi militer di Caracas akhir pekan lalu.
“Ketidakpastian lanjutan ini menjaga minat investor terhadap emas sebagai lindung nilai risiko geopolitik dan volatilitas pasar energi,” ujar Tiffani kepada Kontan, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Harga Emas Melonjak pada Awal Pekan, Berikut Sentimen Pendorongnya
Tiffani menambahkan, harga emas berpotensi tetap solid dalam jangka pendek seiring meningkatnya ketegangan geopolitik AS–Venezuela yang mendorong permintaan aset safe haven. Aksi militer AS dan penahanan Presiden Nicolás Maduro meningkatkan risiko geopolitik global.
Ia bilang, emas masih menjadi aset menarik sebagai instrumen diversifikasi portofolio, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan moneter global. Pergerakan harga cenderung sensitif terhadap rilis data inflasi dan tenaga kerja AS, sehingga pasar perlu mencermati volatilitas jangka pendek.
“Pendekatan bertahap dapat menjadi opsi untuk mengelola risiko, sembari menunggu kejelasan sentimen makro dan kebijakan bank sentral ke depan,” terang Tiffani.
Menurutnya, ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed pada tahun 2026 menjadi faktor penopang tambahan. Reli emas diperkirakan juga ditopang oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga AS pada semester II-2026, pembelian berkelanjutan oleh bank sentral global, serta kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dunia.
Fokus pasar dalam waktu dekat akan tertuju pada data tenaga kerja AS (Non-Farm Payrolls) dan inflasi PCE yang akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed menjelang pertemuan berikutnya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 27.000 Jadi Rp 2.515.000 per Gram, Senin (5/1)
Tiffani memproyeksikan harga emas dunia pada kuartal I-2026 bergerak di kisaran US$ 4.250–US$ 4.600 per troy ons. Ini didukung sentimen geopolitik dan ekspektasi suku bunga rendah.
Sementara itu, harga emas Antam diperkirakan berada di rentang Rp 2,5 juta–Rp 2,9 juta per gram, bergantung pada pergerakan rupiah dan dinamika pasar global.
Pengamat komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan kenaikan harga emas dunia dipengaruhi dua faktor. Pertama, kondisi geopolitik.
Drone Ukraina disebut melakukan penyerangan terhadap rumah dinas Presiden Rusia Vladimir Putin yang membuat Rusia kembali melakukan penyerangan di wilayah Ukraina. Dengan adanya penyerangan terhadap rumah dinas Putin tersebut, membuat perang ini kembali berkobar.
Sentimen berikutnya terkait kekhawatiran Amerika Serikat (AS) yang ikut campur urusan dalam negeri Iran karena adanya aksi demonstrasi di Iran.
Demonstrasi itu disebut terjadi karena perkembangan ekonomi di Iran. AS juga telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya. Hal ini semakin menambah ketegangan kondisi geopolitik global.
Baca Juga: Harga Emas Awal 2026 Menguat, Geopolitik Global Dorong Peluang Tembus US$ 5.000
“Kondisi geopolitik membuat harga emas kemungkinan besar akan naik secara signifikan,” ujar Ibrahim kepada Kontan, Senin (5/1/2026).
Dari segi sentimen politik di AS, Ibrahim menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Presiden AS Donald Trump yang memerintahkan penyerangan ke Venezuela tanpa persetujuan Kongres. Partai Demokrat di Kongres kemungkinan besar akan melakukan mosi tidak percaya terhadap Trump.
“Biasanya sebelum presiden melakukan invasi harus persetujuan Kongres terlebih dahulu. Sehingga memanasnya situasi di AS kembali tegang,” kata Ibrahim.
Ibrahim memproyeksikan harga emas dunia dapat mencapai US$ 5.000 per troy ons pada kuartal I-2026. Sedangkan harga emas Antam diproyeksikan mencapai Rp 3 juta per gram pada kuartal I-2026.
Selanjutnya: Rangkaian Long Weekend di Awal 2026, Peluang Bagi Industri Pariwisata Mengeduk Laba
Menarik Dibaca: Hujan Amat Deras di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













