kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.017   54,00   0,30%
  • IDX 5.764   68,86   1,21%
  • KOMPAS100 747   11,89   1,62%
  • LQ45 568   11,29   2,03%
  • ISSI 199   0,82   0,41%
  • IDX30 323   6,94   2,20%
  • IDXHIDIV20 397   8,35   2,15%
  • IDX80 85   1,53   1,83%
  • IDXV30 108   1,46   1,37%
  • IDXQ30 104   1,89   1,85%

Restrukturisasi kredit berpotensi menekan kinerja Bank Mandiri (BMRI)


Senin, 11 Mei 2020 / 06:10 WIB


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Dari Rp 46,3 triliun total kredit korporasi yang berpotensi direstrukturisasi, sebesar 45,4% (Rp 21 triliun) diantaranya berasal dari sektor konstruksi – infrastruktur, sedangkan untuk konstruksi – non infrastruktur sebesar 5,4% (Rp 2,5 triliun).

Urutan selanjutnya kredit sektoral yang paling berpotensi direstrukturisasi adalah sektor property – landed house, yakni sebesar 14,3% (Rp 6,6 triliun), metal mining sebesar 6,3% (2,9 triliun), dan transportasi udara sebesar 5,2% (Rp 2,4 triliun).

Baca Juga: Pegawai Mandiri Group sisihkan gaji dan THR untuk donasi

Sedangkan untuk kredit komersial, total kredit yang berpotensi direstrukturisasi adalah Rp 18,7 triliun. Dari jumlah ini, Suria mengatakan 24,1% (Rp 4,5 triliun) diantaranya berasal dari sektor properti – investasi. Sementara sebanyak 14,4% (Rp 2,7 triliun) dari sektor hotel, restoran dan akomodasi. Urutan selanjutnya adalah sektor tekstil, jasa finansial, dan perdagangan metal sebesar 5,9% atau Rp 1,1 triliun.

Suria tetap merekomendasikan beli (buy) saham BMRI namun dengan target harga yang lebih rendah, yakni dengan target harga di Rp 7.700 per saham. Pada perdagangan Jumat (8/5), saham BMRI ditutup menguat 0,96% ke level Rp 4.200 per saham. Meski demikian, saham BMRI masih memberikan return -45,28% sejak awal tahun atau secara year-to-date.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×