kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,39   2,46   0.26%
  • EMAS932.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Resources Alam (KKGI) targetkan produksi batubara mencapai 4 juta ton pada 2022


Kamis, 25 November 2021 / 16:01 WIB
Resources Alam (KKGI) targetkan produksi batubara mencapai 4 juta ton pada 2022
ILUSTRASI. Lokasi pertambangan PT Resource Alam Indonesia Tbk KKGI atau RAIN group

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Resources Alam Indonesia Tbk (KKGI) menargetkan volume produksi dan penjualan sebesar 4 juta ton batubara pada tahun depan. Volume produksi ini utamanya bakal disumbang melalui anak perusahaannya PT Insani Baraperkasa.

Target produksi juga akan didukung oleh konsesi PT Loa Haur di Kalimantan Tengah, yang akan memulai produksi mulai pertengahan 2022. 

Direktur PT Resources Alam Indonesia Tbk Agoes Soegiarto mengatakan, jumlah produksi dari konsesi ini mencapai 600.000 ton, sesuai dengan angka yang diajukan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB).

“Target ini (4 juta ton) sudah disesuaikan dengan kondisi dan permintaan pasar,” terang Agoes dalam paparan publik yang digelar secara virtual, Kamis (25/11).

KKGI mencatatkan penurunan volume produksi. Pada periode Sembilan bulan pertama 2021 volume produksi KKGI tercatat 1,84 juta ton, menurun  16% dari volume produksi dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 2,19 juta ton. Bersamaan, volume penjualan juga menurun menjadi 1,93 juta ton dari sebelumnya 2,2 juta ton.

Manajemen menyebut, operasi KKGI terhambat oleh tingginya curah hujan di Kalimantan bagian Tengah ke Utara, yang disebabkan oleh fenomena La nina.

Baca Juga: Resource Alam Indonesia (KKGI) bakal bangun real estate di dekat ibukota baru

Curah hujan inilah yang menjadi evaluasi untuk mempercepat proses produksi, yakni dengan perbaikan dan pengerasan jalan dengan laterit  di daerah Loa Janan di blok separi.” Ini menjadi tumpuan kelancaran produksi di 2022,” sambung Agoes.

Infrastruktur pendukung produksi juga sudah memenuhi. Agoes mengatakan, total barging saat ini mencapai 1.400 metric ton batubara per jam, yang artinya kapasitas sudah melebihi dari 4 juta ton per  tahun.

Asal tahu saja, dalam sembilan bulan pertama 2021, pendapatan bersih Resource Alam naik 40% menjadi US$ 80,15 juta dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$ 57,13 juta.

Peningkatan pendapatan terutama disebabkan oleh kenaikan harga rata-rata batubara atau average selling price (ASP) free on board mother vessel (FOB MV) yang melonjak menjadi US$ 45,29 per metrik ton (MT) dari sebelumnya hanya US$ 29,78 per MT pada perioe yang sama tahun lalu.

Dus, KKGI berhasil membukukan laba bersih senilai US$ 9,20 juta per September 2021,  berbalik dari kondisi pada periode yang sama tahun sebelumnya dimana KKGI merugi US$ 8,14 juta.

 

 

Agoes mengharapkan harga batubara akan stabil di tahun depan, dalam artian tidak naik terlalu tinggi dan tidak turun terlalu rendah. 
“Sehingga, kami bisa menjalankan bisnis dengan aman dan tidak akan fluktuasi,” jelas dia.

Agoes memproyeksikan, sepanjang kuartal IV-2021 ini KKGI akan menjual 700.000 ton batubara. Jika ditotal, volume penjualan KKGI tahun ini diperkirakan mencapai 2,6 juta ton.

Selanjutnya: Daftar harga mobil bekas Daihatsu Gran Max Pick Up 2017 mulai Rp 80 jutaan

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×