kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Reliance Kerek Target Transaksi Margin


Kamis, 18 Maret 2010 / 08:23 WIB


Reporter: Dyah Megasari | Editor: Test Test

JAKARTA. Transaksi margin marak lagi. Perusahaan sekuritas pun mulai menggenjot pembiayaan transaksi margin. Contohnya, PT Reliance Securities Tbk (RELI), yang menaikkan target pembiayaan transaksi margin dari Rp 80 miliar menjadi Rp 100 miliar pada tahun ini.

"Kuartal pertama belum berakhir tapi kami sudah menyalurkan Rp 50 miliar pada transaksi margin," jelas Wakil Presiden Direktur Reliance Nicky Hogan kepada KONTAN, akhir pekan lalu. Karenanya, Reliance meningkatkan target pembiayaan transaksi margin sebesar 25% dari target awal jadi Rp 100 miliar.

Dia bilang, transaksi margin sempat dilarang di Bursa Efek Indonesia (BEI) ketika indeks saham anjlok dan kondisi pasar memburuk akibat krisis finansial global pada dua tahun lalu. "Begitu keran transaksi margin dilonggarkan, peminatnya cukup besar. Apalagi kondisi bursa saat ini jauh lebih baik," ujar Nicky.

Tahun lalu, Reliance menyalurkan dana sebesar Rp 50 miliar untuk pembiayaan transaksi margin. Dari rata-rata total transaksi Reliance senilai Rp 120 miliar per hari, sekitar 20%-30% merupakan transaksi margin. "Memang fee yang kami terima dari transaksi margin lumayan besar," katanya.

Untuk bunga transaksi margin, Reliance mematoknya 18%-20%, atau tidak jauh berbeda dengan sekuritas lain. Nicky bilang, sampai saat ini Reliance belum berniat menurunkan bunga transaksi margin. Pasalnya, pinjaman yang diberikan sekuritas kepada investor berbeda dengan pinjaman bank. Selain jangka waktunya lebih pendek, risikonya juga lebih besar. Makanya, Reliance mematok bunga lebih tinggi.

Nicky optimistis, target pembiayaan transaksi margin tersebut bisa tercapai. Apalagi, sejak awal tahun ini Reliance memberikan fasilitas online trading bernama ReliTrade bagi nasabahnya.

Sedangkan untuk mendukung ekspansi bisnisnya, Reliance bakal mengakuisisi sebuah bank dalam waktu dekat ini. "Ada dua bank yang sedang kami kaji," ujarnya, tanpa mau menyebutkan nama bank itu. Yang jelas, Reliance masih menunggu persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham untuk aksi korporasi itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×