kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Reli minyak mentah dan kedelai picu CPO melejit 1,8%


Jumat, 08 Juli 2011 / 12:53 WIB
ILUSTRASI. IHSG hari ini (29/9) diperkirakan rebound ke 4.970 setelah Senin (28/9) IHSG terkoreksi 0,79%. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

KUALA LUMPUR. Minyak sawit atau crude palm oil (CPO) reli untuk hari yang kedua. Laju harga minyak sawit ini masih dipicu kenaikan harga minyak mentah yang mengangkat daya tarik minyak nabati sebagai bahan baku biofuel, juga ditopang kenaikan harga minyak kedelai.

Kontrak CPO untuk pengiriman September di Malaysia Derivatives Exchange melejit 1,8% ke RM 3.110 atau setara US$ 1.039 per metrik ton, dan bergerak ke level RM 3.095 per metrik ton, pada pukul 12.33 di Kuala Lumpur.

Kepala perdagangan LT International Futures (M) Sdn. Chandran Sinnasamy menyebut, minyak sawit mendapat dukungan dari pergerakan minyak mentah dan minyak kedelai, semalam. "Pasar rebound, dari penurunan tajam dalam lima minggu terakhir," ujarnya.

Minyak mentah untuk pengiriman Agustus naik 0,3% ke US$ 98,97 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kemarin, kontrak yang sama reli 2,1% ke level US$ 98,67 per barel. Ini level tertingginya sejak 14 Juni.

Sementara, minyak kedelai untuk pengiriman Desember naik 0,2% ke 57,74 sen per pound, memperpanjang kenaikan kemarin sebesar 2,2%. Adapun, kedelai berjangka untuk pengiriman November maju 1,5% di Chicago Board of Trade, kemarin. Itu kenaikan terbesarnya sejak 2 Juni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×