kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Refinancing, PGAS cari pinjaman US$ 250 juta


Rabu, 09 Agustus 2017 / 20:47 WIB


Reporter: | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) berencana mengurangi beban bunga. Emiten pelat merah ini tengah mencari pinjaman baru guna keperluan refinancing utang dan modal kerja anak usahanya, PT Saka Energi Indonesia.

PGAS menggandeng enam lembaga keuangan untuk membantu pencarian dana tersebut. Keenamnya adalah, BNP Paribas, Citi, HSBC, Mizuho, dan Sumitomo Mitsui Banking Corp. "Kira-kira pinjaman barunya nanti US$ 250 juta," ujar Direktur Keuangan PGAS Nusantara Suyono, Rabu (9/8).

Nusantara belum bisa membeberkan utang mana yang bakal dibayar. Berdasarkan laporan keuangan PGAS kuartal I 2017, ada utang Saka Energi yang bakal jatuh tempo akhir bulan ini. Utang tersebut merupakan fasilitas pinjaman dari Bank Mandiri dengan plafon US$ 300 juta. Dari jumlah tersebut, sisa fasilitas pinjaman yang belum digunakan sebesar US$ 188,72 juta.

Fasilitas pinjaman itu sejatinya merupakan perpanjangan atas fasilitas yang diperoleh Saka Energi pada 2 Desember 2015. Pinjaman itu memiliki plafon US$ 600 juta yang terbagi dalam dua porsi.

Porsi onshore memiliki nilai US$ 300 juta, sementara porsi offshore senilai US$ 300 juta. Sumitomo Mitsui Banking menjadi agent dalam fasilitas pinjaman kala itu. "Deal (pinjaman baru) kami harapkan September nanti," pungkas Nusantara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×