kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Rawan Tekanan, Begini Prediksi Rupiah di Pekan Depan


Sabtu, 22 November 2025 / 18:41 WIB
Rawan Tekanan, Begini Prediksi Rupiah di Pekan Depan
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 0,12% ke Rp16.716 per dolar AS pada Jumat (21/11/2025).


Reporter: Wafidashfa Cessarry | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 0,12% ke Rp16.716 per dolar AS pada Jumat (21/11/2025).

Kurs rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga menguat 0,14% ke level Rp16.719 per dolar AS, dari posisi Kamis (20/11) di Rp16.742 per dolar AS.

Sepanjang pekan, rupiah bergerak fluktuatif di tengah dominasi sentimen eksternal.

Baca Juga: Meski Terkoreksi di Akhir Pekan, IHSG Masih dalam Tren Menguat

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi kombinasi tekanan global.

“The Fed yang hawkish, rilis data ekonomi AS pasca berakhirnya shutdown, serta gejolak pasar ekuitas terkait bubble AI turut menekan rupiah,” ujar Lukman kepada KONTAN.

Dari sisi domestik, dukungan sempat muncul dari data likuiditas perekonomian.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai pertumbuhan uang beredar dan Aktiva Dalam Negeri Bersih (ADNB) memberi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi.

“Apresiasi rupiah didukung oleh data uang beredar BI yang tetap tumbuh positif,” jelas Josua.

Kendati demikian, rupiah secara keseluruhan hanya terapresiasi tipis sekitar 0,02% dalam sepekan. Josua menyebut kondisi ini wajar mengingat ketidakpastian global meningkat setelah rilis ulang data pasar tenaga kerja AS yang menunjukkan sinyal beragam.

Selain itu, tertundanya sejumlah data penting akibat shutdown AS membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember belum solid.

Baca Juga: Bumi Resources (BUMI) Rombak Susunan Direksi dan Komisaris

Prospek Pekan Depan

Lukman memperkirakan rupiah masih rawan tekanan karena minimnya katalis baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kemungkinan akan dirilis data PCE AS yang tertunda. Jika pasar ekuitas kembali turun, rupiah bisa terbebani,” tuturnya.

Ia memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp16.600–Rp16.900 per dolar AS.

Sementara itu, Josua menilai pergerakan rupiah pekan depan akan cenderung terbatas, yakni di rentang Rp16.650–Rp16.775 per dolar AS, sangat bergantung pada arah data ekonomi AS dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed menjelang FOMC Desember.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×