kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Puri Sentul Permai (KDTN) Akan Buka Dua Hotel di Rest Area Tol Cipali


Kamis, 20 April 2023 / 13:12 WIB
Puri Sentul Permai (KDTN) Akan Buka Dua Hotel di Rest Area Tol Cipali
ILUSTRASI. KDTN menggandeng Swiss Belhotel sebagai operator hotel. KONTAN/Baihaki/11/11/2022


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) akan segera membuka hotel Xpress di Rest Area Tol Cipali km 166 dan km 164. Rencananya hotel tersebut akan beroperasi pada Juli 2023 dan Agustus 2023. 

KDTN berharap beroperasinya kedua hotel tersebut dapat menyumbang okupansi hotel miliknya. Untuk pengoperasian kedua hotel tersebut, KDTN menggandeng Swissbel International Hotel. 

Direktur PT Puri Sentul Permai Tbk Aan Rohanah dalam keterbukaan informasi di BEI pada 20 April 2023 menjelaskan, KDTN dalam lima tahun mulai 2022 hingga 2027 akan membangun 15 hotel. "Hotel pertama yang dikenal dengan Swiss Belexpress Rest Area KM 166 berlokasi di Km 166 tol Cipali Jawa Barat, Indonesia, memiliki 27 kamar," ujar dia. 

Baca Juga: Puri Sentul Permai (KDTN) Bagikan 60% Laba Bersih Tahun Buku 2022 untuk Dividen

Kerjasama keduanya telah efektif pada 18 April 2023 dan akan soft opening pada 1 Juli 2023. "Jangka waktu operasi komersial mulai tanggal berlaku hingga 10 tahun sejak soft opening," papar Aan. Kerjasama akan dilakukan secara otomatis selama 10 tahun kecuali salah satu pihak memberi pemberitahuan non perpanjang kepada pihak lain sembilan bulan sebelum masa berakhir kerjasama. 

Dalam bentuk kerjasama tersebut maka KDTN akan membayar bersih dari pajak kepada Swiss Belhotel sebagai operator senilai Rp 250 juta. Dana tersebut untuk pelayanan biaya pra pembukaan. Pembayaran akan dilakukan sebanyak lima kali terdiri dari dana penandatangan nota kesepakatan senilai Rp 50 juta, pembayaran kedua pada tanggal 17 Mei 2023 dan pembayaran ketiga dilakukan pada 17 Juni 2023. 

Selanjutnya pembayaran keempat dan kelima dilakukan pada 17 September -Oktober 2023 dan 17 Desember 2023. Kelimanya dibayar masing-masing sebesar Rp 50 juta. "Sementara biaya pengelolaan dasar adalah sebesar 2% dari jumlah total pendapatan kotor hotel dan lounge," jelas Aan. 

Biaya lain yang harus dibayar adalah biaya lisensi sebesar 1% bersih dari pajak dari total pendapatan kotor hotel. Biaya insentif manajemen 6% dari total laba operasional kotor dari hotel dan lounge. Biaya penjualan dan pemasaran grup sebesar 1%bersih dari pajak dari total jumlah total pendapatan kotor kamar. 

KDTN juga harus menyiapkan rekening cadangan sebesar 1% dari total pendapatan kotor untuk tahun pertama. Sedangkan untuk tahun kedua sebesar 2% dari total pendapatan kotor dan tahun ketiga seterusnya sebesar 3% dari total pendapatan kotor. 

Baca Juga: Puri Sentul Permai Targetkan Okupansi Hotel Rest Area Capai 100% Saat Mudik Lebaran

"Untuk keterlambatan pembayaran atas jumlah yang harus dibayarkan oleh salah satu pihak kepada pihak lainnya akan membayar bunga secara otomatis dari tanggal jatuh tempo dengan bunga 1,5% per bulan," jelas Aan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×