kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Punya utang ke BRAU, ini jawaban Rosan


Rabu, 27 Januari 2016 / 18:52 WIB
Punya utang ke BRAU, ini jawaban Rosan


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Mantan Direktur Utama PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), Rosan Perkasa Roeslani masih memiliki kewajiban utang yang harus dipenuhi ke BRAU. Berdasarkan keputusan arbitrase di Singapore International Arbitration Centre, akhir 2014 silam, Rosan memiliki kewajiban US$ 173 juta kepada BRAU.

Rosan yang kini menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) itu enggan berkomentar banyak tentang utang tersebut. Ia mengatakan, kewajiban itu akan diselesaikan secara damai. "Tanya ke BRAU saja itu. Sudah damai. Ya akan mengarah ke perdamaian," ujar Rosan kepada KONTAN, Rabu (27/1).

Rosan enggan menuturkan secara spesifik mengenai proses yang tengah berlangsung terkait utang tersebut, bahkan mengenai perdamaian yang dimaksud.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Perusahaan BRAU Gamal H. Wanengpati mengatakan, perseroan belum mengetahui soal rencana perdamaian yang dimaksud Rosan. Yang jelas, saat ini BRAU masih akan terus berupaya melaksanakan keputusan arbitrase yang terhadap Rosan.

Dalam perjanjian sebelumnya, Rosan harus melakukan pengalihan aset. Namun, hingga kini, BRAU belum mendapatkan pengalihan aset ataupun uang tunai dari Rosan. "Belum ada informasi soal realisasi pembayarannya. Kami akan tetap melaksanakan proses arbitrase sesuai dengan ketentuan," ujar Gamal.

BRAU berharap Rosan segera melunasi kewajibannya itu. "Kami inginnya segera diselesaikan seluruh kewajiban ini," imbuhnya.

Sekadar mengingatkan, kewajiban Rosan ini bermula dari hasil investigasi Asia Resource Minerals Plc (ARMS) induk BRAU sebelumnya. Kala itu, ARMS menemukan kerugian senilai US$ 201 juta akibat penyelewengan keuangan di BRAU. Rinciannya, US$ 49 juta ada dalam buku tahun 2011 dan US$ 152 juta tercatat di laporan keuangan BRAU tahun 2012 yang tidak jelas penggunaannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×