kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.657   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.620   -16,80   -0,25%
  • KOMPAS100 866   -0,88   -0,10%
  • LQ45 656   -1,17   -0,18%
  • ISSI 231   0,64   0,28%
  • IDX30 367   -0,76   -0,21%
  • IDXHIDIV20 454   -0,16   -0,04%
  • IDX80 99   -0,07   -0,07%
  • IDXV30 126   0,61   0,49%
  • IDXQ30 118   -0,24   -0,21%

PTBA Incar Pendapatan Bisnis Hilirisasi Bisa Sumbang Hingga 20% dalam 3-4 Tahun


Senin, 07 September 2026 / 18:46 WIB
PTBA Incar Pendapatan Bisnis Hilirisasi Bisa Sumbang Hingga 20% dalam 3-4 Tahun
ILUSTRASI. PT Bukit Asam Tbk (DOK/PTBA)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mulai memperbesar kontribusi bisnis non-batubara dan produk turunan batubara sebagai sumber pertumbuhan baru di tengah bisnis batubara yang masih menjadi penopang utama kinerja.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk Bukit Asam Turino Yulianto bilang pihaknya menargetkan bisnis non-batubara dan produk turunan batubara dapat berkontribusi sekitar 20% terhadap total pendapatan dalam tiga hingga empat tahun mendatang.

“Dalam tiga, empat tahun ke depan segmen non-batubara ini atau turunan dari batubara sudah bisa membuat pendapatan sekitar 20% dari total pendapatan,” jelasnya dalam konferensi pers, Senin (7/9/2026)

Baca Juga: Prospek Emiten Kawasan Industri Masih Cerah, Simak Rekomendasi Sahamnya

Untuk mencapai target tersebut, PTBA menyiapkan sejumlah proyek hilirisasi, mulai dari pengolahan 

batubara menjadi dimethyl ether (DME), metanol, synthetic natural gas (SNG), kalium humat hingga artificial graphite.

Turino menjelaskan ada dua proyek DME yang dikembangkan PTBA bersama mitra saat ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan tengah menjalani joint feasibility study dari hulu hingga hilir. Konstruksi ditargetkan mulai pada 2027.

“Targetnya tahun depan sudah mulai konstruksi. Untuk DME melalui methanol, sedangkan coal to SNG juga sedang dibahas oleh Danantara,” ucap Turino..

Selain hilirisasi batubara, PTBA mengembangkan bisnis energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), termasuk pemanfaatan lahan pasca tambang yang telah direklamasi.

PTBA juga mengembangkan proyek coal to potassium humate yang telah memasuki tahap pilot project. Turino bilang produk turunan batubara ini diarahkan untuk mendukung sektor pertanian. 

“Sementara coal to artificial graphite dikembangkan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk masuk ke ekosistem industri baterai,” kata dia.

Baca Juga: Transaksi Kripto Anjlok di Juli, Investor Tunggu Arah Pasar yang Lebih Jelas

Sementara itu, pengembangan coal to potassium humate telah memasuki tahap pilot project dengan kapasitas awal sekitar 100 ton dengan target pengembangan hingga 10.000 ton per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×