Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Tbk (PTPP) mencatatkan kenaikan laba bersih di tengah penurunan pendapatan sepanjang periode Januari-Juni 2026.
Mengutip laporan keuangan perusahaan yang dirilis BEI Senin (20/7/2026), PTPP mengantongi pendapatan usaha sebesar Rp 5,95 triliun per semester I-2026. Ini turun 11,2% dari Rp 6,7 triliun di periode sama tahun lalu.
Secara rinci, segmen jasa konstruksi menyumbang Rp 4,89 triliun ke pendapatan periode ini. Lalu segmen properti dan realti menyumbang Rp 458,27 miliar, segmen pertambangan Rp 168,41 miliar, segmen EPC Rp 161,27 miliar, dan segmen pendapatan keuangan atas konstruksi aset keuangan konsesi Rp 155,86 miliar.
Kemudian, segmen persewaan peralatan berkontribusi Rp 51,87 miliar, segmen jalan tol Rp 37,43 miliar, segmen energi Rp 27,40 miliar, dan segmen pracetak Rp 454 juta.
Baca Juga: Moody’s Kembali Peringatkan Risiko Kredit Indonesia, Tekanan Fiskal Mulai Terlihat
Beban pokok pendapatan tercatat Rp 5,19 triliun per semester I-2026, turun dari Rp 5,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Laba kotor pun turun 17,5% secara tahunan alias year on year (YoY) ke Rp 760,76 miliar, dari sebelumnya Rp 922,13 miliar.
Pada periode ini, PTPP mengantongi selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan sebesar Rp 51,10 miliar. Sebelumnya, pos ini tercatat Rp 3,91 miliar per Juni 2025.
Alhasil, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih menjadi Rp 193,46 miliar per semester I 2026. Ini naik 196,5% YoY dari Rp 65,24 miliar per semester I 2025.
Laba per saham dasar menjadi Rp 31 di akhir Juni 2026, dari sebelumnya Rp 11 di periode sama tahun lalu.
Per 30 Juni 2026, PTPP punya jumlah aset Rp 43,36 triliun. Ini naik dari Rp 42,98 triliun per 31 Desember 2025.
Baca Juga: Direktur Utama Resource Alam Indonesia (KKGI) Menundurkan Diri, Ini Alasannya
Jumlah liabilitas perseroan sebesar Rp 38,98 triliun di akhir Juni 2026, naik tipis dari Rp 38,67 triliun di akhir Desember 2025. Sementara, jumlah ekuitas tercatat Rp 4,37 triliun per akhir Juni 2026, naik tipis dari Rp 4,3 triliun di akhir tahun 2025.
PTPP memiliki kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp 1,17 triliun di akhir Juni 2026, turun dari Rp 2,54 triliun di periode sama tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
