kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Proyek industri Bakrie di Kalimantan masih stagnan


Jumat, 13 Juli 2012 / 11:09 WIB
ILUSTRASI. Kurs dollar-rupiah di BCA hari ini Senin 21 Juni 2021, intip sebelum tukar valas./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/25/05/2021.


Reporter: Astri Kharina Bangun |

JAKARTA. Proyek Trans Kalimantan Economic Zone belum banyak mengalami kemajuan. Hal itu diungkapkan oleh Chief Executive Officer (CEO) Bakrie Eco Investama Hiramsyah S Thaib. Meski demikian, perseroan terus melakukan pembicaraan dengan calon investor.

"Mungkin sebulan lagi (bisa disampaikan kemajuannya). Saya mau bertemu dengan calon mitra strategis dari China," ungkap Hiramsyah, Kamis (13/7) tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Trans Kalimantan Economic Zone adalah kawasan industri terintegrasi yang dibangun di lahan seluas 30.000 hektare. Satu kawasan yang sudah siap berada di Kalimantan Timur. Nilai investasi proyek ini mencapai Rp 10 triliun dengan rencana pembangunan sebanyak empat tahap.

Untuk mewujudkannya, Bakrie Eco akan menggandeng sejumlah mitra strategis. Baik sesama perusahaan Grup Bakrie maupun dari luar negeri. Beberapa investor asing yang sudah menyatakan minat antara lain berasal dari Amerika Serikat, China, Jepang, India, dan Korea Selatan.

Sebelumnya Hiramsyah mengatakan proyek ini tengah menunggu legalisasi perizinan pembangunan dan pembentukan badan hukum perusahaan. Adapun untuk badan usaha akan dipegang oleh beberapa perusahaan Grup Bakrie.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×