kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Prospek produksi rekor Arab, minyak Brent terpuruk


Kamis, 18 Agustus 2016 / 09:11 WIB


Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Harga minyak dunia mengalami tekanan pada transaksi Kamis (18/8) pagi ini. Pada pukul 08.05 waktu Singapura, harga kontrak minyak Brent diperdagangkan di posisi US$ 49,67 per barel atau turun 18 sen.

Para trader mengatakan, penurunan harga minyak terjadi menyusul aksi profit taking pasca reli yang cukup tinggi pada bulan ini. Selain itu, para trader juga berspekulasi Arab Saudi akan kembali mencatatkan produksi rekor minyak.

Sebelumnya, Arab Saudi mengirimkan sinyal dapat mendongkrak suplai minyak mentahnya pada Agustus, meskipun mencetak rekor produksi 10,67 juta barel per hari Juli lalu.

Kendati demikian, harga minyak masih tinggi 20% dibanding awal Agustus dan sempat menembus US$ 50 per barel sehari sebelumnya. Kondisi ini mendapat sokongan dari adanya potensi pembekuan produksi minyak atau bahkan pemangkasan produksi menyusul pertemuan antara anggota OPEC dan negara produsen minyak utama dunia lainnya yang dijadwalkan bulan depan.

"Spekulasi mengenai produksi minyak OPEC harus disikapi dengan hati-hati, karena ini bukan modal kuat untuk reli," jelas tim riset Citi dalam laporannya.

Sementara itu, di AS, harga kontrak minyak WTI berada di level US$ 46,79 per barel atau flat dari posisi penutupan kemarin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×