kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   19,00   0,11%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%

Prospek Kinerja PGN (PGAS) Dinilai Positif, Begini Rekomendasi Sahamnya


Rabu, 07 Januari 2026 / 18:55 WIB
Prospek Kinerja PGN (PGAS) Dinilai Positif, Begini Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. PGAS berupaya meningkatkan kinerja di 2026. Langkah yang dilakukan PGAS mencakup peningkatan penjualan gas ke sektor industri  (Dok/PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN))


Reporter: Dimas Andi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) berupaya meningkatkan kinerja di 2026. Langkah yang dilakukan PGAS mencakup peningkatan penjualan gas ke sektor industri dan aktif ekspansi pengembangan infrastruktur gas bumi.

Sebagaimana diketahui, per 1 Januari 2026 PGAS menyalurkan gas in atau penyaluran gas pertama kali ke segmen industri yakni PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan, Jawa Timur.

Pada tahap awal, BMI memanfaatkan gas bumi dengan volume sekitar 15.000 meter kubik (m3) per bulan. Seiring dengan peningkatan kebutuhan dan optimalisasi proses produksi, konsumsi gas bumi ini meningkat secara bertahap hingga 80.000 m3 per bulan.

Chief Executive Officer (CEO) Edvisor Provina Visindo Praska Putrantyo mengatakan, langkah penyaluran gas ini tentu akan memicu peningkatan volume penjualan niaga gas bumi PGAS ke pelanggan industri dan komersial. Kedua segmen ini merupakan kontributor utama pendapatan PGAS.

PGAS tentu bakal sangat berharap adanya pertumbuhan kinerja maupun kegiatan ekspansi bisnis dari para pelaku industri manufaktur pada 2026. Hal tersebut diyakini akan memicu kenaikan permintaan gas yang disalurkan oleh PGAS.

"Kebutuhan energi bersih seperti gas yang meningkat dapat membuka peluang jangka panjang untuk pendapatan PGAS," ujar Praska, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga: IHSG Cetak Rekor All Time High 8.944, Begini Proyeksi Pergerakan Besok (8/1)

Selain aktif menyalurkan gas bumi ke pelanggan industri, PGAS juga terus menggeber beberapa proyek strategis. Contohnya adalah proyek pembangunan pipa transmisi gas Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II yang ditargetkan menyelesaikan fase konstruksi pada Februari 2026.

Proyek lainnya adalah konveresi Bahan Bakar Minyak (BBM) menuju gas bumi pada Kilang Cilacap, perluasan akses gas bumi di Pulau Jawa sisi selatan melalui proyek pipa gas Tegal-Cilacap, pengembangan pipa gas Bintuni-Fakfak di Papua, hingga proyek jaringan gas (jargas) dengan target penambahan 200.000 sambungan rumah (SR).

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menyampaikan, ekspansi tersebut merupakan bagian dari investasi pengembangan infrastruktur jangka panjang yang vital untuk menjamin pasokan gas, terutama di area Jawa.

PGAS pun dinilai memiliki kemampuan yang cukup untuk mendanai proyek-proyek tersebut, mengingat arus kas mereka tergolong kuat. Namun, tidak dapat dimungkiri juga bahwa PGAS tetap perlu melirik sumber pendanaan lain.

"Proyek jumbo ini butuh pendanaan eksternal asal rasio utang tetap dijaga agar tidak membebani laba," imbuh dia, Rabu (7/1).

Untuk saat ini, lanjut Wafi, tantangan utama PGAS adalah risiko gangguan pasokan gas di sektor hulu, terutama dari sumur-sumur tua. Jika gangguan ini terjadi, PGAS terpaksa mengandalkan pasokan dari Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair yang harganya lebih mahal sehingga dapat menggerus margin laba.

Baca Juga: Harga Nikel Menjulang di Awal 2026, Begini Prospek Emiten dan Rekomendasi Sahamnya

Dalam berita sebelumnya, pada Agustus 2025 lalu PGAS mengalami penurunan penyaluran dari pemasok gas atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) hulu migas. Akibatnya, terjadi pengalihan gas untuk sementara waktu kepada pelanggan di wilayah Jawa Barat dan sebagian Sumatra.

Di samping itu, kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) juga masih berpotensi menjadi penghambat pertumbuhan margin bagi PGAS apabila kuotanya diperluas.

Wafi sendiri merekomendasikan beli saham PGAS dengan target harga di level Rp 2.200 per saham.

Sementara itu, Praska menyarankan investor untuk buy on weakness saham PGAS dengan target harga Rp 2.140 per saham.

 

Selanjutnya: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Kamis 8 Januari 2026, Kerja Cerdas

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Kamis 8 Januari 2026, Kerja Cerdas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×