kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45691,13   20,36   3.03%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Prospek jangka panjang cerah, ini rekomendasi analis untuk saham PTPP


Senin, 19 Agustus 2019 / 16:01 WIB
Prospek jangka panjang cerah, ini rekomendasi analis untuk saham PTPP
ILUSTRASI. PT PP (Persero) Tbk (PTPP) bakal menjadi salah satu yang diuntungkan dengan proyek pemindahan ibu kota.

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan telah disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sidang tahunan MPR, Jumat lalu (16/8) lalu. Emiten sektor konstruksi seperti  seperti PT PP (Persero) Tbk (PTPP, anggota indeks Kompas100) bakal menjadi salah satu yang diuntungkan dengan proyek pemindahan ibu kota.
 
Maklum untuk memindahkan ibu kota, pemerintah tentunya akan membangun infrastruktur baru. Hitungan pemerintah, pada tahap pertama investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 485 triliun untuk pembangunan pusat pemerintahan baru.

Analis RHB Research Andrey Wijaya mengatakan, dalam jangka panjang, PTPP akan mendapat proyek baru terkait rencana pemindahan ibu kota. “Kalau pemindahan ibu kota itu jadi, secara jangka panjang PTPP sangat diuntungkan,” ujar Andrey.

Baca Juga: PTPP perluas portofolio bisnis dengan dua kerjasama strategis

Andrey mengatakan PTPP yang merupakan bagian dari holding company perumahan akan memperoleh prioritas dalam rencana pemindahan ibu kota tersebut. PTPP akan banyak dibutuhkan untuk membangun gedung dan kantor maupun perumahan di wilayah ibu kota baru nantinya.

Berbeda, analis MNC sekuritas Muhamad Rudy Setiawan mengatakan proyek-proyek PTPP ke depannya belum terlihat akan bertambah banyak atau tidak. Namun, ia mengatakan, ada potensi PTPP untuk ikut dalam proyek pengerjaan pemindahan ibu kota.

Hanya saja, untuk tahun ini, Rudy memperkirakan, PTPP sulit mencapai target kontrak baru. “Kontrak akan bertambah, meskipun tidak akan 100% mencapai target,” ujar Rudy.

Baca Juga: Emiten konstruksi masih bisa kejar target kontrak baru di semester II-2019

Rudy mengatakan pada tahun ini sektor konstruksi masih banyak tantangan. Pada semester pertama tahun ini, sektor ini terhambat penyelenggaraan pemilu dan pilpres. Selain itu, fokus APBN tidak banyak menyasar infrastruktur, sementara swasta juga belum menggeber proyek infrastruktur.

Ini menyebabkan kontrak-kontrak baru di semester I 2019 lalu masih rendah. “Industrinya sedang kurang bagus,” ujar Rudy.




TERBARU

Close [X]
×