kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.823   -77,00   -0,46%
  • IDX 7.997   61,42   0,77%
  • KOMPAS100 1.128   10,69   0,96%
  • LQ45 818   2,81   0,34%
  • ISSI 283   4,91   1,77%
  • IDX30 425   -1,04   -0,24%
  • IDXHIDIV20 511   -3,53   -0,69%
  • IDX80 126   0,93   0,74%
  • IDXV30 139   -0,14   -0,10%
  • IDXQ30 138   -0,76   -0,55%

Prospek emiten media masih enak dipandang


Jumat, 18 November 2016 / 08:05 WIB
 Prospek emiten media masih enak dipandang


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ibarat tayangan televisi, kinerja dan prospek emiten media semakin enak dipandang. Hingga akhir kuartal ketiga tahun ini, tiga emiten media mencatatkan kinerja positif.

PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), misalnya, meraih pendapatan Rp 5,2 triliun, tumbuh 5% (yoy). Laba bersihnya melonjak 122% (yoy) menjadi Rp 1,44 triliun.

Hary Tanoesoedibjo, CEO MNC Group, dalam pernyataan resminya mengklaim, kini total pangsa pemirsa Grup MNCN yakni RCTI, MNCTV, GlobalTV dan iNewsTV stabil di 46,2%. MNCN berupaya terus mengerek pendapatan iklan dengan harga kompetitif.

Kemudian PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) meraih pendapatan Rp 1,81 triliun, tumbuh 18% (yoy). Adapun laba bersihnya mencapai Rp 103 miliar per akhir September 2016. Padahal di periode sama tahun lalu VIVA menderita rugi bersih Rp 547 miliar.

Sedangkan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) meraih pertumbuhan pendapatan 7% year-on-year (yoy) menjadi Rp 3,42 triliun hingga kuartal III-2016. Tapi laba bersihnya stagnan di Rp 1,16 triliun.

Analis Daewoo Securities, Christine Natasya melihat, prospek SCMA terus membaik, dengan sejumlah program yang turut mengerek audience rating. Salah satunya ditopang acara D'Academy.

"Selain valuasi, SCMA memiliki good corporate governance (GCG) yang baik sehingga saya optimistis SCMA terus membaik pada 2017 nanti," ujar Christine kepada KONTAN, kemarin.

Untuk VIVA, dia menilai emiten ini secara bertahap bisa meningkatkan audience share. Meski demikian, VIVA dianggap sebagai kompetitor yang belum terlalu berbahaya, karena tidak bisa menyaingi SCMA secara GCG.

Adapun analis Ciptadana Securities Nichelle Bastian Ongko menilai, MNCN lebih mengandalkan Sky Vision. "Mereka juga didorong digital advertising yang kini berkembang pesat," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×