kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 16.989   -60,00   -0,35%
  • IDX 7.165   116,84   1,66%
  • KOMPAS100 991   19,10   1,97%
  • LQ45 727   11,45   1,60%
  • ISSI 256   4,98   1,98%
  • IDX30 393   4,82   1,24%
  • IDXHIDIV20 488   1,01   0,21%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,36   -0,27%
  • IDXQ30 128   1,50   1,19%

Prospek AMRT yang mendandani gerai DanDan


Selasa, 09 Juni 2015 / 08:18 WIB
ILUSTRASI. Kode Redeem Genshin Impact 4.3 Desember 2023, Cek Daftar Terbaru yang Masih Aktif


Reporter: Benedictus Bina Naratama | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) berniat terjun ke bisnis farmasi. Melalui cucu usahanya, PT Sumber Medika Lestari (SML), pemilik gerai Alfamart ini ekspansi ke bisnis apotek lewat gerai health and beauty DanDan.

Kini, 99,9% saham SML dikuasai oleh anak usaha AMRT, yaitu PT Sumber Indah Lestari (SIL) yang mengelola gerai DanDan. Kelak, keberadaan apotek ini bersinergi dengan 58 gerai DanDan yang tersebar di beberapa kota.

Namun, rencana AMRT melebarkan sayap ke bisnis kesehatan tak dapat terwujud dalam waktu dekat. Sebab, perseroan ini masih terganjal proses perizinan untuk mendirikan dan mengoperasikan apotek. Selain itu, AMRT masih harus menghitung model bisnis dan rencana pengembangan apotek.

Kendati demikian, analis menilai positif rencana diversifikasi bisnis AMRT ke sektor farmasi. Kiswoyo Adi Joe, analis Investa Saran Mandiri mengatakan, persaingan di bisnis apotek masih tergolong sedikit. Saat ini baru ada dua pemain besar, yakni Apotek K-24 dan apotek Kimia Farma dengan jumlah gerai masing-masing 260 outlet dan 394 outlet di seluruh Indonesia.

Kiswoyo yakin bisnis apotek AMRT berprospek bagus di jangka panjang, asalkan emiten ini melakukan penetrasi pasar lebih ke dalam dengan membuka gerai apotek di daerah. Tahun ini, AMRT berencana membuka 25 gerai baru DanDan, sehingga totalnya berjumlah 83 gerai.

Analis NH Korindo Securities, Reza Priyambada, menilai AMRT harus menjual varian obat yang berbeda dan mengambil margin tidak terlalu besar jika ingin bersaing dengan Apotek K-24 dan Kimia Farma. Ia menghitung margin keuntungan yang bisa diambil AMRT berkisar 3%-5%. "Kalau di bawah itu, nanti akan berpengaruh buruk ke pendapatan perusahaan," ujar Reza.

Selain bersinergi dengan DanDan, diversifikasi bisnis apotek ini juga harus terintegrasi dengan gerai Alfamart dan Alfamidi yang mencapai 13.916 outlet. Dus, Reza menilai ekspansi ke sektor farmasi lebih cepat karena lokasi gerai Alfamart dan Alfamidi berada di tempat strategis. Ekspansi ke sektor farmasi diyakini menjadi angin segar terhadap kinerja buruk AMRT pada kuartal I 2015.

Di periode itu, AMRT menderita kerugian bersih Rp 38,62 miliar. Padahal di kuartal I 2014, emiten ini masih membukukan laba bersih Rp 10,01 miliar. "Rugi bersih ini bukan pertama kali terjadi pada AMRT. Di kuartal I 2009, 2010 dan 2011, AMRT pernah mendapatkan rapor merah tapi lambat laun tertutupi pada akhir tahun," ujar analis KDB Daewoo Securities Indonesia, Dang Maulida dalam risetnya bertanggal 4 Juni 2015.

Kiswoyo menebak pendapatan AMRT naik 20%-30% di tahun ini. Namun, bisnis ritel tahun ini diprediksi tak meraih laba bersih besar. Dus, dia menyarankan hold AMRT dengan target Rp 520. Tapi, Reza merekomendasikan buy dengan target Rp 650. Adapun Adrian Joezer, analis UBS Securities merekomendasikan netral di Rp 540 per saham. Kemarin, harga AMRT stagnan di Rp 570 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×