kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.999   36,00   0,20%
  • IDX 5.749   53,57   0,94%
  • KOMPAS100 745   10,04   1,36%
  • LQ45 565   7,89   1,42%
  • ISSI 199   0,96   0,48%
  • IDX30 320   4,64   1,47%
  • IDXHIDIV20 394   5,52   1,42%
  • IDX80 85   1,15   1,38%
  • IDXV30 107   1,05   0,99%
  • IDXQ30 103   1,31   1,28%

Produksi China diprediksi turun, simak rekomendasi analis untuk saham batubara


Minggu, 14 Juni 2020 / 18:35 WIB
ILUSTRASI. PT Indika Energy Tbk (INDY)


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas batubara dinilai masih memiliki potensi untuk naik tahun ini. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo Gunawan mengatakan, katalis terhadap harga batubara global akan datang dari dalam maupun luar negeri.

Mirae Asset Sekuritas memangkas proyeksi total produksi batubara China untuk tahun 2020 - 2021, yakni masing-masing menjadi 3,32 miliar ton dan 3,49 miliar ton.

Baca Juga: Alfa Energi (FIRE) menyisakan dana buyback saham Rp 4,7 miliar

Sebelumnya, Mirae Asset memperkirakan produksi batubara China tahun 2020 dan 2021 akan mencapai 3,47 miliar ton dan 3,78 miliar ton. Pemangkasan proyeksi volume produksi ini seiring dengan pandemi Covid-19.

Selain itu, Andy optimis bahwa harga batubara global dapat dipertahankan pada tingkat yang wajar karena keterkaitan komoditas batubara terhadap perekonomian China cukup kuat.

Setelah memperhitungkan semua asumsi, Andy memangkas asumsi harga batubara global di 2020 dan 2021 rata-rata menjadi US$ 65 per ton dan US$ 70 per ton, masing-masing turun 7,1% dan 6,7% dari perkiraan Mirae Aseet sebelumnya.

Baca Juga: PKP2B Kideco berakhir di 2023, kapan Indika (INDY) ajukan perpanjangan?

Optimisme harga wajar ini juga didukung karena perusahaan batubara China masih berada dalam posisi utang, sedangkan perusahaan batubara Asia lainnya memiliki neraca yang lebih sehat.




TERBARU

[X]
×