kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Produksi batubara turun, TINS divestasi anak usaha


Rabu, 26 Maret 2014 / 15:45 WIB
ILUSTRASI. Stasiun pengumpul batu bara milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Sangatta, Kalimantan Timur. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Timah (Persero) Tbk (TINS) akan melakukan divestasi salah satu anak usahanya, yakni PT Tanjung Alam Jaya (TAJ). Proses divestasi ini telah dilakukan sejak Desember tahun lalu dan akan selesai pada tahun depan.

"Tapi, TAJ tidak akan kami lepas semua. Nantinya, kami masih memegang sekitar 10% saham TAJ," jelas Agung Nugroho, Corporate Secretary TINS kepada KONTAN, (26/3). Informasi saja, TAJ merupakan anak usaha TINS yang bergerak di bidang tambang batubara.

TINS sebelumnya mengempit 99,95% modal ditempatkan dan disetor TAJ. Agung menambahkan, alasan TINS menjual anak usahanya itu lantaran produksi batubara TAJ semakin menipis dari sebelumnya sebesar 1,5 juta ton per tahun hanya menjadi 500.000 ton per tahun.

Sebenarnya, cadangan batubara TAJ masih cukup besar. Hanya saja cadangan tersebut tersimpan di bawah tanah, sementara TINS belum menguasai teknologi untuk eksploitasi batubara bawah tanah (underground).

"Makanya, kami undang perusahaan asal Tiongkok sebagai oembeli karena mereka punya teknologi untuk mengeksploitasi cadangan batubara underground," tandas Agung.

Sayang, dia enggan merinci baik nilai penjualan dan siapa identitas pembeli siaga tersebut. Tapi sebagai gambaran saja, berdasarkan laporan keuangan TINS tahun buku 2013, aset TAJ tercatat senilai Rp 273,78 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×