kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Prasidha Aneka Niaga (PSDN) perkirakan kinerja 2018 tak semulus tahun lalu


Rabu, 28 November 2018 / 16:01 WIB
Prasidha Aneka Niaga (PSDN) perkirakan kinerja 2018 tak semulus tahun lalu
ILUSTRASI. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Terhadang penurunan harga komoditas global, PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) terpaksa harus melepas target penjualan biji kopi dan karet remah di 2018. Sedangkan untuk penjualan kopi olahan, emiten optimistis target masih bisa dicapai.

Direktur Keuangan PSDN Lie Sukiantono Budinarta mengatakan, kinerja operasional emiten itu mengalami penurunan. Ini dikarenakan adanya penurunan harga pasaran global untuk komoditas bisnis utama PSDN yakni karet remah (crumb rubber).


"Harga karet remah berdasarkan harga acuan SICOM TSR20 per September 2018 turun 14,82% dibandingkan rata-rata harga 2017. Ini juga diiringi penurunan harga beli bahan baku, sehingga terjadi disparitas yang menyebabkan laba kotor turun," kata Lie pada Public Expose, Rabu (28/11).

Laba bruto PSDN tercatat turun 24,92% dari pencapaian kuartal III 2017 sebesar Rp 157,73 miliar menjadi Rp 118,42 di kuartal III 2018. Bahkan, emiten itu membukukan rugi komprehensif periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak Rp 37,38 miliar di 2018, dibandingkan tahun sebelumnya yang masih membukukan laba Rp 38,93 miliar.

Jika dirinci, realisasi penjualan biji kopi hingga September 2018 baru 0,17% atau sekitar 680 kilogram dari target penjualan 2018 yakni 1.096 ton. PSDN menyadari target penjualan tersebut tidak akan tercapai di tahun ini.

"Tidak akan tercapai, karena perusahaan lebih fokus ke (penjualan) kopi olahan yang marginnya tinggi. Lagi pula, sepanjang 2018 penjualan kopi biji kurang memberi margin yang bagus dan kita harapkan tahun 2019 bisa ada prospek," kata Lie kepada Kontan, Rabu (28/11).

Selain target penjualan yang tidak sesuai proyeksi di 2018, strategi penjualan PSDN juga lebih mengutamakan komoditas lain yang lebih menguntungkan.

Untuk penjualan karet remah, emiten itu juga memperkirakan target 2018 sebesar 48.000 ton tidak akan tercapai, mengingat harga di pasaran global tengah mengalami penurunan. Sepanjang 2018, PSDN baru berhasil menjual 33.117 ton karet remah atau sekitar 68,99% dari target 2018.

Di sisi lain, untuk penjualan kopi olahan, PSDN optimisitis mampu mencapai target penjualan hingga akhir 2018. Di mana, per September 2018 penjualan kopi olahan sudah mencapai 84,31% atau 3.752 ton dari target yang diharapkan yakni 4.450 di akhir 2018.

"Untuk penjualan kopi olahan diperkirakan akan dapat tercapai. Sepanjang tahun, penjualan kopi olahan domestik sudah tumbuh 17,95%. Nilai penjualan juga meningkat sebesar 23,02% dibandingkan tahun sebelumnya," jelasnya.

Target 2019, untuk penjualan biji kopi bisa tumbuh 17,33% menjadi 1.286 ton atau Rp 38,42 miliar dari target 2018 yakni 1.096 ton.

Sementara itu, untuk penjualan karet remah 2019 diharapkan bisa tumbuh 8,1% dari target 2018 yakni 44.400 ton menjadi 48.000 di tahun depan. Sedangkan untuk penjualan kopi olahan diharapkan bisa meningkat 16,49% dari target tahun ini 4.450 ton, menjadi 5.184 ton di tahun depan.

 

 




TERBARU

Close [X]
×