kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Potensi window dressing diramal tipis


Minggu, 10 Desember 2017 / 18:49 WIB
Potensi window dressing diramal tipis


Reporter: Nisa Dwiresya Putri | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak awal tahun hingga Jumat (8/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan sebesar 13,86% dan bertengger di level 6.030,95. Meski IHSG tahun ini sudah naik cukup tinggi, analis melihat masih ada potensi terjadinya window dressing.

Jelang akhir tahun, biasanya manajer investasi maupun perusahaan atur strategi untuk mempercantik portofolio dan laporan keuangan atau yang biasa disebut window dressing. Mempertimbangkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini, analis memperkirakan window dressing yang terjadi tak sebesar tahun sebelumnya.

Window dressing susah dideteksi, walaupun ini akan tetap terjadi di Desember ini. Kalau besar sekali mungkin tidak, karena indeks naik banyak dari tahun kemarin. Tapi tetap akan ada saham tertentu yang mengalami kenaikan,” ujar Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee, Jumat (8/12).

Kepala Riset OSO Sekuritas Riska Afriani juga memprediksi hanya akan ada sedikit window dressing pada tahun ini. Pasalnya, rata-rata manajer investasi maupun investor institusi saat ini telah memiliki portofolio yang bagus, hinggga kecenderungan untuk bersih-bersih di akhir tahun cukup kecil.

Indikasi tersebut menurut Riska dapat dilihat dari pertumbuhan dana kelolaan yang dicatat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Dana kelolaan keseluruhan yang dicatat OJK naik sampai 23%. Jadi tidak usah lagi banyak effort untuk mempercantik portofolio di ahir tahun,” ujarnya, akhir pekan ini.

Hal ini memang tercermin pula dari pernyataan Ketua Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangann (DPLK) Nur Hasan Kurniwan. Menurutnya, saat ini porsi investasi dana kelolaan industry DPLK kurang lebih sebesar 10%-15%. “Kalau sektor setahu saya paling banyak perbankan dan komoditas,” katanya.

Memang, sektor perbankan sudah banyak naik sejak awal tahun. Di pekan pertama Desember ini pun, indikasi window dressing mulai terlihat dengan penguatan saham perbankan. Riska mencatat, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) misalnya, sudah naik 11% sejak awal Desember, sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 9% pada periode yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×