kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Posisi rupiah tergantung data ekonomi AS


Senin, 29 Agustus 2016 / 17:17 WIB
Posisi rupiah tergantung data ekonomi AS


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pidato Gubernur The Fed Janet Yellen pada akhir pekan lalu membawa tekanan bagi rupiah di hadapan dollar AS. Pelemahan rupiah dapat berlanjut jika data ekonomi negeri Paman Sam menunjukkan hasil positif.

Di pasar spot pada Senin (29/8), nilai tukar rupiah melemah 0,42% ke level Rp 13.267 per dollar AS dibanding penutupan akhir pekan lalu. Sementara kurs tengah Bank Indonesia (BI) menunjukkan rupiah melemah 0,24% ke level Rp 13.275.

Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra memaparkan, rupiah melemah setelah Janet Yellen menunjukkan optimisme kenaikan suku bunga The Fed pada pidato akhir pekan lalu. Kenaikan suku bunga The Fed sebenarnya masih belum jelas mengingat Yellen tidak menyebut dengan pasti waktu kenaikannya. Tetapi kemungkinan naiknya suku bunga di bulan September atau Desember tahun ini menjadi semakin besar.

Selanjutnya, pelaku pasar akan memperhatikan data ekonomi AS yang dirilis Senin malam (29/8). Seperti data Core PCE Price Index bulan Juli dengan prediksi tetap di level 0,1%. Jika hasil data tersebut di atas prediksi, maka penguatan USD dapat berlanjut dan pada akhirnya menyeret rupiah.

"Data Core PCE merupakan indikasi inflasi AS sehingga diyakini menjadi salah satu acuan The Fed menaikkan suku bunga," papar Putu.

Meski bergerak melemah, Putu melihat rupiah masih dalam range wajar. Oleh karena itu, pelemahan rupiah belum terlihat mengkhawatirkan. Apalagi, BI juga menjaga rupiah agar tidak menguat terlalu signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×