kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.055   55,00   0,32%
  • IDX 6.989   -37,36   -0,53%
  • KOMPAS100 965   -5,89   -0,61%
  • LQ45 708   -6,82   -0,95%
  • ISSI 250   -1,40   -0,56%
  • IDX30 388   -0,50   -0,13%
  • IDXHIDIV20 481   -1,39   -0,29%
  • IDX80 109   -0,72   -0,66%
  • IDXV30 133   -0,62   -0,46%
  • IDXQ30 126   -0,40   -0,32%

Porsi kepemilikan bank di SBN mencapai 24,9%, ini penyebabnya


Selasa, 15 Oktober 2019 / 21:49 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Noverius Laoli

Selain itu, kepemilikan bank di SBN bertambah karena juga didorong kewajiban perbankan yang biasanya menjadi dealer utama lelang SBN. Tugas perbankan adalah turut menyerap penerbitan SBN dan bantu jaga likuiditas.

Dengan banyaknya permintaan surat utang dari perbankan, Edbert memproyeksikan tren ini dapat berdampak positif pada pasar obligasi karena bisa menaikkan harga SBN. 

Baca Juga: Agustus 2019, utang luar negeri pemerintah naik 8,6% jadi US$ 193,5 miliar

Dandi memproyeksikan kepemilikan bank di SBN berpotensi terus tumbuh, meski sejak lima tahun terakhir Dandi mengamati terjadi fluktuasi jumlah kepemilikan bank di SBN.

Senada, Edbert mengatakan saat ini prospek pasar obligasi masih akan positif seiring suku bunga acuan juga dalam tren menurun.

"Selama belum ada titik terang yang pasti dari perang dagang AS dan China, kekhawatiran perlambatan ekonomi masih terbuka dan suku bunga masih berpotensi turun dan menguntungkan pasar obligasi," kata Edbert.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×