kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.918   26,00   0,15%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Pinnacle Investment rilis reksadana saham


Jumat, 08 September 2017 / 11:58 WIB


Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Dalam waktu dekat, Pinnacle Investment berencana meluncurkan produk reksadana saham terbaru bertajuk Reksadana Pinnacle Dana Ekuitas Nusantara. Adanya permintaan dari investor untuk produk reksadana konvensional berbasis saham menjadi salah satu pertimbangan bagi Pinnacle untuk meluncurkan produk ini.

Guntur Putra, President dan Chief Executive Officer (CEO) Pinnacle Investment mengatakan, produk ini sudah mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada awal Agustus lalu. Namun, pihaknya tengah menunggu momen yang tepat lantaran volatilitas market yang sudah mulai naik. "Beberapa investor juga tunggu momen yang tepat untuk subscribe," ujarnya.

Guntur bilang, produk ini awalnya memang ditawarkan untuk investor institusi, tetapi tetap terbuka bagi investor ritel yang menginginkan imbal hasil menarik dalam jangka panjang dan tidak khawatir dengan risiko market jangka pendek yang fluktuatif. Adapun, minimum investasi dipatok senilai Rp 100.000.

Terkait kebijakan investasi, lanjut Guntur, sekitar 80% sampai 100% dana kelolaan akan ditempatkan di saham, sementara 0% sampai 20% akan ditempatkan di pasar uang. Adapun, Pinnacle Investment menjadikan IHSG sebagai benchmark untuk memproyeksikan imbal hasil produk ini. "Target active risk kami sekitar 8% di atas pasar," imbuhnya.

Guntur bilang, untuk mencapai target tersebut, pihaknya bakal menggunakan pendekatan berdasarkan factor-based dalam pemilihan saham. Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan pendorong return yang telah terbukti untuk menghasilkan alpha di setiap kondisi pasar.

Lebih lanjut dia menilai, dalam jangka panjang, prospek reksadana saham ke depan masih cukup baik. Namun, kata dia, dalam jangka pendek akan ada volatilitas seiring adanya sentimen global, seperti kebijakan The Fed maupun ketegangan politik. "Untuk domestik yang masih perlu diperhatikan adalah kondisi makro kita dan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×