kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

PGAS: Laba turun karena permintaan lemah


Senin, 04 September 2017 / 20:20 WIB
PGAS: Laba turun karena permintaan lemah


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Belum jelasnya pembentukan holding sektor minyak dan gas (migas) menyebabkan kondisi keuangan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) terkena imbas. Perusahaan terpaksa melakukan pelunasan maju atas pinjaman sejumlah US$ 536 juta. Padahal, awalnya pinjaman yang diperoleh pada Agustus 2014 lalu itu diperuntukan untuk keperluan akuisisi Pertagas.

Rachmat Hutama, Sekretaris Perusahaan PGAS tidak menampik keberadaan pinjaman tersebut. Pinjaman itu awalnya memang ada yang diperuntukan untuk akuisisi Pertagas. Tapi, pinjaman itu sudah dikembalikan karena belum ada kejelasan terkait akuisisi Pertagas.

"Seluruhnya sudah kami lunasi awal tahun ini," ujarnya kepada KONTAN, belum lama ini.

Sehingga, menurutnya, laba bersih PGAS tertekan bukan karena utang, melainkan karena kondisi perekonomian yang kurang baik, terutama soal turunnya permintaan gas dari kalangan industri.

Distribusi gas PGAS di semester I-2017 tercatat cuma 749 million standard cubic feet per day (mmscfd). Jumlah ini turun 6% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Reza Priyambada, analis Binaartha Parama Sekuritas menilai, penurunan volume distribusi itu berimbas pada turunnya pendapatan PGAS yang seharusnya bisa mengkompensasi segala kenaikan beban yang dialami PGAS.

"Ini yang membuat EBIT turun hingga ke bottom line," ujar Reza.

Semester I-2017, pendapatan PGAS turun 4% secara tahunan menjadi US$ 1,41 miliar. Sementara, Laba bersih PGAS tercatat US$ 50,29 juta, merosot 67% dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 152,45 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×