kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.985   10,00   0,06%
  • IDX 7.337   -248,32   -3,27%
  • KOMPAS100 1.020   -39,17   -3,70%
  • LQ45 751   -25,47   -3,28%
  • ISSI 257   -9,75   -3,65%
  • IDX30 397   -12,77   -3,11%
  • IDXHIDIV20 493   -13,82   -2,73%
  • IDX80 115   -4,19   -3,52%
  • IDXV30 133   -4,17   -3,04%
  • IDXQ30 129   -4,15   -3,13%

Pertamina Geothermal (PGEO) Catat Rekor Produksi, Bidik Kapasitas Panas Bumi 3 GW


Senin, 09 Maret 2026 / 15:38 WIB
Pertamina Geothermal (PGEO) Catat Rekor Produksi, Bidik Kapasitas Panas Bumi 3 GW
ILUSTRASI. PGEO Eksekusi Kontrak Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3, Siap Masuk Tahap Pengeboran (Dok/Pertamina Geothermal Energy (PGEO))


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten energi terbarukan, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan kenaikan pendapatan, meski laba bersihnya tertekan. Ke depan, PGEO akan terus meningkatkan kapasitas jaringan. 

Melansir laporan keuangan per 31 Desember 2025, PGEO membukukan pendapatan sebesar US$ 432,72 juta. Ini meningkat 6,29% secara tahunan dari US$ 407,12 juta. 

Laba usaha PGEO menyusut 3,05% secara tahunan menjadi US$ 233,06 juta. Tekanan datang dari melonjaknya beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya sebesar 19,76% secara year on year (yoy) menjadi US$ 199,66 juta. 

Baca Juga: Kompak, Rupiah Jisdor Melemah 0,32% ke Rp 16.974 per Dolar AS pada Senin (9/3/2026)

Tak hanya itu, PGEO juga harus menanggung rugi dari selisih kurs sebesar US$ 7,63 juta di sepanjang 2025. Ini berbalik dari laba selisih kurs sebesar US% 15,98 juta di tahun sebelumnya. 

Alhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilih entitas induk PGEO mencapai US$ 137,69 juta di 2025. Ini melorot 14,20% secara tahunan dari US$ 160,94 juta di 2024. 

Direktur Keuangan Pertamina Geothermal Energy Yurizki Rio menjelaskan pertumbuhan pendapatan sejalan dengan kinerja operasional yang mencatatkan produksi tertinggi sepanjang sejarah  dengan kenaikan sebesar 5,6% di 2025. 

Yurizki bilang pihaknya berfokus pada pertumbuhan jangka panjang dengan berinvestasi pada berbagai proyek quick win untuk meningkatkan kapasitas terpasang dan produksi panas bumi. 

“Di saat yang sama, kami juga terus memperluas kapasitas terpasang melalui sejumlah proyek strategis di berbagai wilayah kerja panas bumi,” jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Senin (9/3/2026). 

Dalam jangka panjang, kata Yurizki, PGEO menargetkan kapasitas terpasang hingga 3 gigawatt (GW) yang telah teridentifikasi dari 15 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola. 

Beberapa proyek kunci PGE untuk mencapai target tersebut antara lain pengembangan Lumut Balai Unit 3 dan 4 (2×55 MW), Hululais Unit 1 dan 2 (110 MW), serta Lahendong Unit 7 & 8 (2×20 MW) dan Binary Unit (10 MW). 

Yurizki menjelaskan pihaknya juga tengah mengembangkan sejumlah proyek co-generation dengan total kapasitas 230 MW. PGEO juga terus memperkuat sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendorong percepatan transisi menuju energi bersih.

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Melemah 0,14% ke Rp 16.949 per Dolar AS pada Senin (9/3)

Asal tahu saja, PGEO telah menjalin kerja sama dengan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) untuk mempercepat pengembangan panas bumi melalui 19 proyek eksisting dengan total kapasitas 530 MW pada Agustus 2026. 

“Kerja sama dengan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) untuk mempercepat pengembangan panas bumi melalui 19 proyek eksisting dengan total kapasitas 530 MW,” kata Yurizki. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×