kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.058   58,00   0,32%
  • IDX 5.734   -206,81   -3,48%
  • KOMPAS100 757   -28,35   -3,61%
  • LQ45 570   -18,92   -3,21%
  • ISSI 199   -6,89   -3,34%
  • IDX30 323   -10,54   -3,16%
  • IDXHIDIV20 402   -10,51   -2,55%
  • IDX80 86   -3,16   -3,56%
  • IDXV30 110   -3,44   -3,03%
  • IDXQ30 105   -3,15   -2,92%

Pertama dalam lima hari, harga minyak melorot


Senin, 25 Juli 2011 / 11:09 WIB
ILUSTRASI. Promo Yogya Supermarket hari ini 14 Oktober 2020. Dok: Instagram Yogya Group.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SYDNEY. Kontrak harga minyak dunia mengalami penurunan untuk kali pertama dalam lima hari terakhir. Pasar cemas karena parlemen AS gagal menemui titik temu terkait kenaikan batasan utangnya. Kondisi itu dikhawatirkan akan mengancam perekonomian negara konsumen minyak terbesar di dunia.

"Pergerakan harga minyak menjadi berat akibat sentimen prospek permintaan minyak di AS. Kondisi itu juga menambah ketidakpastian pada saat ini," jelas Ben Westmore, minerals and energy economist National Australia Bank Ltd di Melbourne. Dia menambahkan, semakin lama masalah struktural di Eropa terjadi, resiko terhadap pertumbuhan global juga semakin tinggi untuk beberapa waktu.

Catatan saja, pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran September turun US$ 1,13 menjadi US$ 98,74 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara, pada pukul 12.39 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 98,85 per barel. Sepanjang pekan lalu, harga minyak sudah melonjak 2,7%. Sedangkan dalam setahun terakhir, kenaikan harga minyak sudah mencapai 25%.

Sedangkan kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran September turun 0,7% menjadi US$ 117,79 per barel di ICE Futures Europe Exchange di London.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×