Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Setelah mencatatkan pelemahan selama dua hari terakhir, sore ini (18/7), pergerakan rupiah mulai perkasa. Pada pukul 16.05, mata uang Garuda menguat 0,1% menjadi 9.450 per dollar AS.
Penguatan rupiah terjadi seiring spekulasi investor bahwa kebijakan strategis untuk menstimulasi ekonomi AS akan meningkatkan permintaan aset-aset berisiko.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pimpinan the Federal Reserve Ben S Bernanke menjelaskan, penentu kebijakan tengah mempelajari opsi kebijakan jika pertumbuhan ekonomi masih tetap lemah dan angka pengangguran tetap tinggi.
"Ada antisipasi yang besar terhadap stimulus dari the Fed. Hal ini mendongkrak arus dana yang mengalir ke mata uang emerging market termasuk rupiah," jelas Rully Nova, currency analyst PT Bank Himpunan Saudara 1906 di Jakarta. Dia menambahkan, tekanan terhadap rupiah masih besar seiring kecemasan mengenai masalah ekspor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News