kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Pergerakan Valas Asia Fluktuatif, Rupiah Masih Tertekan


Jumat, 27 Maret 2026 / 15:33 WIB
Pergerakan Valas Asia Fluktuatif, Rupiah Masih Tertekan
ILUSTRASI. Rupiah ditutup menguat 0,50 persen (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan mata uang Asia cenderung fluktuatif, tetapi terbatas pada perdagangan hari ini (27/3). Berdasarkan data Trading Economics pukul 15.11 WIB, South Korean Won (KRW) menguat 0,14% menjadi 1.505 per dolar Amerika Serikat (USD), dan Chinese Yuan (CNY) menguat tipis 0,05% menjadi 6,91 per USD. 

Di sisi lain, Indonesia Rupiah (IDR) melemah 0,31% menjadi 16.979 dan Japanese Yen (JPY) justru melemah 0,05% menjadi 159,89 per USD

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo menilai pergerakan ini dipengaruhi sentimen risk-off yang dipicu konflik di Timur Tengah dan mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Ambles ke Rp 16.980 Per Dolar AS Hari ini (27/3), Asia Melemah

"Negara-negara net-importir energi seperti Korea Selatan, Jepang, dan Indonesia mengalami pembengkakan defisit dan tekanan inflasi yang memperlemah fundamental mata uang domestik," kata Sutopo kepada Kontan, Jumat (27/3).

Selain itu, perubahan ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve turut menekan mata uang Asia. 

Dari sebelumnya diproyeksikan menurunkan suku bunga, kini pasar melihat potensi kenaikan suku bunga sehingga menjaga daya tarik imbal hasil obligasi AS dan memicu arus keluar modal dari kawasan.

Kemudian, Research and Development ICDX, Muhammad Amru Syifa melihat adanya faktor teknikal yang menahan pelemahan lebih lanjut.

Menurutnya, sebagian mata uang Asia sempat menguat didorong pelemahan terbatas dolar AS serta aksi short covering setelah reli sebelumnya.

"Pelaku pasar juga mulai melakukan rebalancing posisi menjelang rilis data penting AS, khususnya inflasi ekspektasi dan sentimen konsumen," ujar Amru.

Ia menambahkan, penguatan KRW turut didukung kenaikan Producer Price Index (PPI) secara tahunan (YoY) dari 1,9% menjadi 2,4%, yang membuka peluang kebijakan moneter lebih ketat dari Bank of Korea.

Sementara itu, kebijakan suku bunga rendah Bank of Japan masih membatasi penguatan yen, meskipun ekspektasi kenaikan mulai meningkat.

Adapun harapan stabilisasi ekonomi regional terutama dari China melalui stimulus terbatas turut menopang sentimen kawasan. 

Secara keseluruhan, Amru menilai pergerakan mata uang Asia saat ini masih bersifat rebound teknikal dan belum mencerminkan perubahan tren jangka panjang.

Baca Juga: Alfamart (AMRT) Raih Kenaikan Laba Bersih 8,34% Jadi Rp 3,41 Triliun di Tahun 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×