Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemanfaatan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) terus berkembang, termasuk dalam bidang keamanan siber.
Teknologi ini mulai dimanfaatkan untuk mempercepat proses penetration testing atau pengujian keamanan sistem. Sehingga korporasi dapat mengidentifikasi kerentanan lebih cepat di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman siber.
Salah satu solusi adalah Bronyx AI. Ini adalah platform AI assisted automated penetration testing dari PT ITSEC Asia Tbk. Emiten berkode saham CYBR itu merancang Bronyx AI untuk membantu organisasi melakukan pengujian keamanan terhadap sistem dalam hitungan jam dan tetap melibatkan tenaga ahli keamanan siber dalam proses validasi hasil pengujian.
Bronyx AI menggunakan agen AI untuk menjalankan berbagai tahapan pengujian. Mulai network reconnaissance, vulnerability assessment, configuration review, pengujian aplikasi web dan application programming interface (API). Hingga penyusunan security assessment report dilengkapi penilaian common vulnerability scoring system (CVSS) serta rekomendasi remediasi.
Menurut ITSEC Asia, platform tersebut berbeda dengan vulnerability scanner yang umumnya hanya mengidentifikasi potensi kerentanan. Bronyx AI menganalisis hasil pengujian secara aktif dan menentukan langkah pengujian berikutnya.
Dalam pengujian internal perusahaan, Bronyx AI mampu menyelesaikan proses full scan dalam waktu mulai dari 14 menit hingga sekitar empat jam. Bergantung pada cakupan dan kompleksitas sistem yang diuji.\
Baca Juga: Bukalapak (BUKA) Tuntas Gunakan Dana IPO Rp 21,33 Triliun
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher mengatakan, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membuat organisasi membutuhkan pendekatan baru dalam melakukan pengujian keamanan.
Kecepatan perkembangan teknologi dan ancaman siber saat ini menghadirkan tantangan baru bagi organisasi. Infrastruktur dan layanan digital terus berkembang. Sementara pengujian keamanan membutuhkan waktu dan keahlian khusus.
"Melalui Bronyx AI, kami ingin membantu organisasi melakukan pengujian keamanan dalam hitungan jam dengan tetap mempertahankan keterlibatan dan validasi tenaga ahli keamanan siber," katanya, Rabu (15/7).
Patrick menjelaskan, Bronyx AI dikembangkan berdasarkan pengalaman ITSEC Asia selama lebih dari 16 tahun menangani layanan keamanan siber di berbagai industri dan pasar internasional.
Meski mengandalkan AI, Bronyx AI tetap menerapkan pendekatan human in the loop (HITL). Temuan dengan tingkat risiko tinggi maupun kritis akan divalidasi terlebih dahulu oleh konsultan keamanan siber ITSEC Asia sebelum laporan disampaikan kepada pelanggan.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Edwin Hidayat Abdullah menilai, perkembangan AI perlu diimbangi dengan penguatan aspek keamanan siber serta kemampuan industri dalam mengembangkan teknologi yang menjawab kebutuhan nasional.
"Pengembangan teknologi berbasis AI oleh pelaku industri dalam negeri karena dinilai dapat memperkuat kapasitas talenta digital sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global," ujar Edwin
Bronyx AI dapat diakses melalui layanan berbasis cloud maupun diimplementasikan di lingkungan (on-premise) pelanggan yang membutuhkan tingkat keamanan dan pengelolaan data yang lebih ketat.
CYBR memang getol memperluas lini usahanya ke pengembangan AI dan perangkat lunak sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi bisnis teknologi. Langkah ini telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada akhir Juni lalu.
“Selama bertahun-tahun industri keamanan siber bertumbuh melalui layanan. Kami percaya fase berikutnya akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan membangun intellectual property berbasis AI,” ujar Patrick saat itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
