kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Pengembangan Ekosistem Kawasan Jadi Katalis, Simak Rekomendasi Saham PANI


Kamis, 16 Juli 2026 / 18:15 WIB
Pengembangan Ekosistem Kawasan Jadi Katalis, Simak Rekomendasi Saham PANI
ILUSTRASI. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) (KONTAN/Daniel Prabowo)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Marketing pre-sales hingga monetisasi lahan dalam rangka mengembangkan ekosistem kawasan diproyeksi menjadi katalis pendorong kinerja PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) ke depan. Namun risiko suku bunga dan kondisi makroekonomi menjadi sentimen yang perlu dicermati perseroan. 

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, prospek kinerja PANI pada kuartal III-2026 masih relatif positif, terutama jika tren marketing sales dan proses serah terima (handover) proyek tetap berjalan sesuai target. Pendapatan PANI masih didominasi pengakuan pendapatan dari kawasan residensial dan komersial di PIK 2 yang permintaannya sejauh ini masih cukup baik, khususnya dari segmen premium.

“Pengembangan kawasan terpadu (mixed-use), peningkatan infrastruktur, serta bertambahnya aktivitas komersial di PIK 2 berpotensi menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba hingga semester II-2026,” ujar Nafan kepada Kontan, Kamis (16/7/2026). 

Baca Juga: PIK2 (PANI) Suntik Modal ke Entitas Anak Rp 20,02 Miliar, Ini Tujuannya

Nafan melihat peluang pertumbuhan laba masih terbuka, meskipun laju pertumbuhannya kemungkinan tidak setinggi kuartal I karena adanya efek basis (high base effect). Kinerja akan sangat bergantung pada besarnya pengakuan pendapatan dari unit yang telah diserahterimakan.

“Selama penjualan prapenjualan (marketing sales) tetap solid dan pembangunan proyek berjalan sesuai jadwal, laba PANI masih berpotensi tumbuh secara tahunan pada kuartal II maupun kuartal III,” ucap Nafan.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Adrian Djie percaya bahwa potensi kenaikan jangka panjang PANI akan didorong oleh pembukaan nilai struktural dalam ekosistem PIK 2 yang berkembang pesat. Kota ini menghasilkan pendapatan berulang yang kuat melalui daya tarik wisata utama, pusat pameran NICE, dan Hotel Hilton yang akan datang pada tahun 2027. 

“Ini didukung oleh pendanaan korporasi yang terlaksana dengan baik dan peningkatan aksesibilitas transformatif seperti jalan tol Kataraja dan jaringan LRT/MRT yang direncanakan, PIK 2 memantapkan posisinya sebagai destinasi utama,” ujar Adrian dalam risetnya pada 6 Juli 2026. 

Baca Juga: Private Placement Rampung, Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) Perkuat Modal Anak Usaha

Adrian melihat visibilitas yang jelas pada trajektori pertumbuhan PANI, didukung oleh eksekusi pra-penjualan yang kuat dan maksimalisasi cadangan lahan seluas 1.825 hektar (ha). Menurutnya, manajemen berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pra-penjualan sebesar Rp 4,3 triliun untuk tahun 2026, setelah berhasil mengamankan 23% nya yakni Rp 987 miliar hanya dalam kuartal I – 2026. Momentum ini didorong terutama oleh permintaan yang tangguh di segmen perumahan (menyumbang 47%) dan lahan komersial (43%), ditambah dengan produk komersial (10%). 

Axell Ebenhaezer, Analis NH Korindo Sekuritas memperkirakan pada kuartal II hingga kuartal IV – 2026 PANI akan mengalami percepatan dalam pra-penjualan hunian seiring dengan peluncuran fase produk baru di berbagai klister. Ia juga menilai permintaan lahan komersial tetap solid dari operator yang tertarik dengan proposisi CBD PIK 2, pendapatan sewa dan perhotelan terkait NICE yang meningkat. “Sehingga menghasilkan aliran pendapatan berulang yang lebih kuat, dan peningkatan pendapatan yang diakui karena unit yang dipesan pada kuartal sebelumnya mencapai tonggak serah terima,” ujar Axell dalam risetnya pada 8 Juni 2026. 

Axell mengatakan, fundamental sektor properti tetap terbagi dua. Segmen hunian premium dan menengah hingga atas terus menunjukkan ketahanan, didukung oleh pembeli domestik kaya, minat asing (dipercepat oleh kebijakan pemerintah yang memungkinkan warga asing untuk memiliki sertifikat kepemilikan apartemen berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2021), dan kelas profesional Indonesia yang semakin berambisi mencari lingkungan hunian terpadu.

Sebaliknya, permintaan di segmen menengah hingga rendah tetap dibatasi secara struktural oleh pertumbuhan upah riil yang lemah, suku bunga hipotek yang tinggi, dan peningkatan kemampuan membeli yang lambat.

“Kami memproyeksikan penjualan pra-penjualan agregat industri akan tumbuh sekitar 2% pada tahun 2026, didukung oleh peluncuran hunian dari pengembang Jabodetabek yang mapan, sebuah proyeksi konservatif yang menunjukkan bahwa PANI berada pada posisi yang baik untuk berkinerja jauh lebih baik mengingat cadangan lahan, rencana peluncuran, dan posisi premiumnya,” ucap Axell. 

Baca Juga: PIK2 (PANI) Private Placement di Harga Rp 6.875 per Saham, Bisa Raih Rp 498 Miliar

Meski begitu, Nafan melihat sejumlah sentimen utama perlu dicermati untuk melihat kinerja PANI. Antara lain, realisasi marketing sales sepanjang 2026 dan kecepatan penyelesaian proyek dan proses handover yang menentukan pengakuan pendapatan. 

Kemudian, tren suku bunga Bank Indonesia, karena berpengaruh terhadap daya beli properti, kondisi makroekonomi dan kepercayaan konsumen, khususnya segmen properti premium. Pengembangan infrastruktur dan aksesibilitas kawasan PIK 2 yang dapat meningkatkan nilai Kawasan juga perlu dilihat. 

“Arus investasi ke sektor properti serta stabilitas pasar modal yang turut memengaruhi sentimen terhadap saham properti,” terang Nafan.

Adrian memproyeksikan pendapatan dan laba bersih PANI pada tahun 2026 masing – masing mencapai Rp 5,07 triliun dan Rp 2,21 triliun. Adapun pada tahun 2025 PANI mengantongi pendapatan Rp 4,31 triliun dan laba bersih Rp 1,14 triliun. 

Adrian dan Axell merekomendasikan buy saham PANI dengan target harga masing – masing Rp 8.500 per saham dan Rp 9.200 per saham. Sementara Nafan merekomendasikan Accumulative Buy saham PANI dengan target harga Rp 7.350 per saham.

Baca Juga: Laba Emiten Aguan (PANI) Melejit 10 Kali Lipat di Kuartal I-2026, Ini Pendorongnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×