kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Percepat Ekspansi, DGNS Mengalokasikan Belanja Modal (Capex) Rp 13 Miliar


Minggu, 01 Februari 2026 / 15:04 WIB
Diperbarui Minggu, 01 Februari 2026 / 16:41 WIB
Percepat Ekspansi, DGNS Mengalokasikan Belanja Modal (Capex) Rp 13 Miliar
ILUSTRASI. PT DIagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) (dok/PT DIagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS))


Reporter: Ahmad Febrian, Muhammad Alief Andri | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) terus berupaya mempercepat ekspansi jaringan layanan laboratorium. Hingga saat ini, perseroan telah mengoperasikan 37 jaringan layanan di berbagai daerah dan menyiapkan penambahan lima gerai baru sepanjang 2026.

"Untuk mendukung ekspansi tersebut, DGNS telah mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp 13 miliar," kata  Direktur Utama Diagnos Laboratorium Indonesia, Fergus Richard, Sabtu (31/1). 

Saat ini, DGNS telah bekerja sama dengan sekitar 200 rumah sakit dan 2.600 dokter, dengan volume pemeriksaan mencapai sekitar 900.000 pemeriksaan per tahun. Sebanyak 80% bisnis DGNS berasal dari business to business (B2B). 

Perusahaan ini menargetkan pemulihan profitabilitas pada 2026 lewat efisiensi biaya, perluasan jaringan layanan, serta penguatan portofolio tes. Fergus menuturkan, beban terbesar perseroan masih berasal dari ongkos reagen. Namun, DGNS belum menaikkan harga layanan lantaran mendapat perlindungan harga dari distributor.

Baca Juga: Prospek Prodia (PRDA) dan Diagnos (DGNS) 2026 Tetap Positif, Cek Rekomendasinya

“Kami percaya, tahun 2026 menjadi fase percepatan transformasi. Dengan optimalisasi klinik, efisiensi biaya, dan perluasan layanan berbasis produk unggulan, kami menargetkan kinerja yang lebih sehat,” kata Fergus.

Seiring dengan langkah ekspansi jaringan tersebut, DGNS juga memperkuat kolaborasi dengan tenaga medis melalui berbagai kegiatan ilmiah. Salah satunya menggelar simposium pada Sabtu (31/1). 

Simposium ini dihadiri lebih dari 300 dokter dari berbagai disiplin ilmu. Materi yang dibahas meliputi obstetri dan ginekologi, penyakit dalam, pediatri, pulmonologi, hingga patologi klinik, yang diselenggarakan dalam tiga kelas paralel.

 “Kami ingin memperkuat kolaborasi layanan pemeriksaan sekaligus memastikan inovasi diagnostik yang kami kembangkan dapat selaras dengan kebutuhan klinis,” ujarnya.

Selanjutnya: Erajaya (ERAA) Genjot Ekspansi Gerai Baru, Ini Prospek dan Rekomendasi Sahamnya

Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×