Reporter: Ahmad Febrian, Muhammad Alief Andri | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) terus berupaya mempercepat ekspansi jaringan layanan laboratorium. Hingga saat ini, perseroan telah mengoperasikan 37 jaringan layanan di berbagai daerah dan menyiapkan penambahan lima gerai baru sepanjang 2026.
"Untuk mendukung ekspansi tersebut, DGNS telah mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp 13 miliar," kata Direktur Utama Diagnos Laboratorium Indonesia, Fergus Richard, Sabtu (31/1).
Saat ini, DGNS telah bekerja sama dengan sekitar 200 rumah sakit dan 2.600 dokter, dengan volume pemeriksaan mencapai sekitar 900.000 pemeriksaan per tahun. Sebanyak 80% bisnis DGNS berasal dari business to business (B2B).
Baca Juga: Prospek Prodia (PRDA) dan Diagnos (DGNS) 2026 Tetap Positif, Cek Rekomendasinya
Perusahaan ini menargetkan pemulihan profitabilitas pada 2026 lewat efisiensi biaya, perluasan jaringan layanan, serta penguatan portofolio tes. Fergus menuturkan, beban terbesar perseroan masih berasal dari ongkos reagen. Namun, DGNS belum menaikkan harga layanan lantaran mendapat perlindungan harga dari distributor.
“Kami percaya, tahun 2026 menjadi fase percepatan transformasi. Dengan optimalisasi klinik, efisiensi biaya, dan perluasan layanan berbasis produk unggulan, kami menargetkan kinerja yang lebih sehat,” kata Fergus.
Seiring dengan langkah ekspansi jaringan tersebut, DGNS juga memperkuat kolaborasi dengan tenaga medis melalui berbagai kegiatan ilmiah. “Kami ingin memperkuat kolaborasi layanan pemeriksaan sekaligus memastikan inovasi diagnostik yang kami kembangkan dapat selaras dengan kebutuhan klinis,” ujarnya.
Selanjutnya: Erajaya (ERAA) Genjot Ekspansi Gerai Baru, Ini Prospek dan Rekomendasi Sahamnya
Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













