kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Perbanas: Jokowi effect fenomena jangka pendek


Selasa, 18 Maret 2014 / 08:37 WIB
ILUSTRASI. Produk-produk sampo kering yang dilakukan penarikan secara sukarela oleh Unilever AS dan Kanada.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Perhimpunan Bank Swasta Nasional (Perbanas) menilai melonjaknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasca diusungnya Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hanya fenomena jangka pendek.

Sigit Purnomo, Ketua Perbanas, mengatakan fenomena pasar menunjukkan bahwa adanya kepercayaan terhadap Jokowi, namun sifatnya sementara. "Itu sifatnya sementara, tidak bisa dijadikan ukuran, kita tidak bisa menilai kemampuan Jokowi karena memang  belum ada capres yang memaparkan visi dan misinya untuk pembangunan ekonomi," katanya, kemarin.

Seperti diketahui, pada Jumat (14/3), IHSG menguat drastis. IHSG menguat 3,04% atau naik 143,51 basis poin menjadi 4.869,68 dari penutupan sehari sebelumnya.

Sigit menuturkan, tidak memiliki persepsi tertentu terhadap pemimpin yang maju dalam pemilu 2014. Siapapun pemimpinnya asal memiliki komitmen dalam pembangunan ekonomi dapat memajukan perekonomian Indonesia.

"Siapapun layak memimpin, selama memiliki visi dan misi terhadap pembangunan ekonomi, selama ini kan mereka belum mengutarakannya," katanya. (Arif Wicaksono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×