kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Perbaiki Kinerja di 2023, Berikut Prospek dan Strategi Integra Indocabinet (WOOD)


Minggu, 04 Juni 2023 / 13:30 WIB
Perbaiki Kinerja di 2023, Berikut Prospek dan Strategi Integra Indocabinet (WOOD)
ILUSTRASI. Aktivitas produksi mebel?PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD).


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) mengalami penurunan top line dan bottom line sepanjang kuartal I-2023. Emiten produk kayu terintegrasi ini merancang strategi untuk memperbaiki kinerja di sisa tahun 2023. 

Hingga Maret 2023, WOOD meraup penjualan bersih sebesar Rp 633,41 miliar. Ambles 67,9% dibandingkan raihan periode yang sama tahun lalu dengan nilai Rp 1,97 triliun.

Bottom line pun ikut terpangkas. Laba bersih WOOD anjlok 87,5% dari Rp 206,61 miliar pada kuartal I-2022 menjadi Rp 25,83 miliar sepanjang tiga bulan pertama 2023. 

Baca Juga: Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten Eksportir Saat Ekonomi AS Melambat

Secara bisnis, penurunan kinerja WOOD  terutama disebabkan oleh ekspor building component yang anjlok signifikan. Penjualan di segmen produk ini hanya mencapai Rp 220,22 miliar per Maret 2023, turun 84,7% secara tahunan.

Investor Relation Integra Indocabinet Fajar Andika membeberkan secara historis kuartal pertama biasanya menjadi periode dengan penjualan yang paling lemah. Hanya saja, pada kuartal I-2022 lalu permintaan terhadap building component melonjak, terdongkrak tingginya permintaan terutama dari pasar Amerika Serikat (AS).

"Sehingga dengan membanding permintaan Q1-2023 yang sudah mulai ternormalisasi dan adanya tekanan permintaan yang disebabkan oleh perlambatan ekonomi dan naiknya suku bunga di AS, maka berdampak terhadap permintaan produk kami," ujar Fajar kepada Kontan.co.id, Minggu (4/6).

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham JSMR, WOOD, ASII, ABBA, dan ARTO untuk Rabu (5/4)

Fajar menegaskan, pelemahan yang terjadi pada pembukuan kuartal I-2023 lebih karena perbandingan yang lebih tinggi (high base) dengan kuartal I-2022. Namun secara kuartalan, WOOD justru mencatatkan pertumbuhan.

Dengan strategi efisiensi yang dijalankan, WOOD berhasil memangkas beban usaha sekitar 8% dan mendongkrak net profit margin hingga 22% dibandingkan kuartal sebelumnya. Di sisa tahun ini, WOOD optimistis ada perbaikan kinerja bisnis yang disertai dengan upaya penetrasi pasar.

"Kami cukup optimis di tahun 2023 permintaan furniture dan building komponen akan semakin membaik. Kami melakukan penetrasi ke beberapa benua tujuan ekspor seperti Eropa dan Asia. Juga diversifikasi produk dan menjaga harga yang kompetitif," terang Fajar.




TERBARU

[X]
×