kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Perang harga minyak berlanjut, Goldman Sachs prediksi harga bisa mendekat ke US$ 20


Senin, 09 Maret 2020 / 09:48 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi harga minyak susut karena perang harga


Sumber: Bloomberg | Editor: Anna Suci Perwitasari

Arab Saudi kini sudah memangkas harga resminya paling dalam, setidaknya dalam 20 tahun terakhir di akhir pekan lalu. Selain itu, Arab Saudi juga mengisyaratkan kepada pembeli bakal meningkatkan produksinya. 

Ini merupakan sebuah deklarasi perang guna membanjiri pasar dengan minyak mentah. Rusia pun membalas dengan mengatakan bahwa perusahaan minyak di Rusia bebas memompa minyak sebanyak yang mereka bisa. 

Baca Juga: Harga minyak dunia berpotensi terjun bebas bila perang harga terus berlanjut

Sementara itu, Saudi Aramco, produsen minyak milik Arab Saudi mengatakan kepada beberapa pelaku pasar bahwa mereka berencana meningkatkan produksi di atas 10 juta per barel pada bulan depan. Bahkan tak menutup kemungkinan produksi minyak Aramco dapat tembus ke 12 juta barel per hari. 

Terakhir kali Arab Saudi gigih melancarkan perang harga untuk mengusir para pesaingnya dari pasar, membuat harga minyak WTI anjlok 65% di periode akhir 1985 hingga maret 1986. Kala itu, minyak Brent juga sempat turun ke bawah US$ 10 per barel, saat Arab Saudi berkelahi dengan Venezuela di akhir 1990

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×