Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga perak diperdagangkan sekitar US$ 72 per ons troi pada hari Kamis (30/4). Ini berada di level terendah tiga minggu karena melonjaknya biaya energi memperparah kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral utama mungkin perlu menaikkan suku bunga.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Kamis (30/4), Presiden AS Donald Trump mengatakan, AS akan mempertahankan blokade angkatan lautnya terhadap Iran sampai negara itu menyetujui kesepakatan nuklir. Sementara Teheran menuduh Trump berupaya memaksa negara itu untuk tunduk melalui tekanan ekonomi dan perpecahan internal.
Baca Juga: Prospek Emas Masih Tertahan, Perak Lebih Agresif tapi Berisiko
Konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dan ditutupnya Selat Hormuz mengguncang pasar global, mendorong para pedagang untuk mengurangi taruhan pada pemotongan suku bunga tahun ini dan malah mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada tahun 2027.
Sementara itu, Federal Reserve AS mempertahankan bunga acuannya, seperti yang diperkirakan secara luas, meskipun empat pejabat berbeda pendapat. Ini menggarisbawahi meningkatnya perpecahan atas prospek kebijakan di tengah meningkatnya ketidakpastian yang berasal dari konflik Iran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













