kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Penurunan suku bunga acuan memperkuat pergerakan IHSG pekan ini


Jumat, 21 Februari 2020 / 20:46 WIB
Penurunan suku bunga acuan memperkuat pergerakan IHSG pekan ini
ILUSTRASI. Warga melintas di depan layar pergerakan saham di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (11/02). IHSG menguat dalam empat hari perdagangan sejak awal pekan, dan turun 1,01% pada Jumat (21/2).

Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung menguat 0,26% selama sepekan. Berdasar data dari RTI, pada Jumat pekan sebelumnya IHSG ditutup di level 5.866. Sementara hari ini, IHSG ditutup di level 5.882. IHSG menguat dalam empat hari perdagangan sejak awal pekan, dan turun 1,01% pada Jumat (21/2).

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, selain karena faktor teknikal, penguatan yang terjadi didorong data surplus neraca pembayaran dan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7- day reverse repo rate (7-DRRR).

Tidak jauh berbeda, analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu berpendapat kontributor utama penguatan IHSG pekan ini adalah ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga BI 7-DRRR, pasar memperkirakan penurunan 25 basis poin menjadi di level 4,75%.

Baca Juga: IHSG anjlok 1,01% jelang akhir pekan setelah naik empat hari

"Ekspektasi tersebut terkonfirmasi pada pengumuman kemarin," kata Dessy kepada Kontan.co.id, Jumat (21/2). Menurut catatan Kontan.co.id, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), Kamis (20/2), memutuskan untuk menurunkan suku bunga BI-7DRRR ke level 4,75%.

Menurut Dessy, penguatan IHSG masih akan terjadi sepekan ke depan. Diperkirakan IHSG akan berada pada rentang 5.840 hingga 5.975. Penguatan ini ditopang oleh kenaikan harga emas yang sudah menyentuh level US$ 1.633 per ons troi.

Selain kenaikan harga emas, tidak ada sentimen baik dari global maupun domestik yang cukup kuat untuk mempengaruhi pergerakan IHSG. Sehingga, lanjut Dessy, penguatan pekan depan cenderung bersifat terbatas.

Baca Juga: Prospek reksadana pasar uang masih positif pasca pemangkasan suku bunga BI

Tidak jauh berbeda, Herditya juga memprediksikan IHSG pekan depan cenderung melanjutkan penguatan meskipun masih minim katalis positifnya. Secara teknikal, jika IHSG tidak menembus 5.842, maka pergerakannya cenderung menguat pada kisaran 6.000 hingga 6.020.

"Akan tetapi perhatikan level support terdekat di 5.842, apabila menembus level tersebut maka ada potensi IHSG akan bergerak ke area 5.750 hingga 5.800," katanya ketika dihubungi Kontan.co.id, Jumat (21/2).




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×