kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   20.000   0,71%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Penurunan harga minyak mentah berlanjut, dibayangi kenaikan pasokan


Jumat, 16 Juli 2021 / 05:58 WIB
ILUSTRASI. Minyak mentah


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak turun pada hari Kamis (15/7), memperpanjang kerugiannya. Investor bersiap untuk peningkatan pasokan setelah kesepakatan kompromi antara produsen OPEC terkemuka dan karena stok bahan bakar AS naik.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent turun 1,73% menjadi US$73,47 per barel dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berakhir 2,02% lebih rendah pada US$71,65 per barel.

Kedua tolok ukur minyak mentah tersebut turun lebih dari 2% pada hari Rabu setelah Reuters melaporkan bahwa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) telah mencapai kompromi yang akan membuka jalan bagi kesepakatan untuk memasok lebih banyak minyak mentah ke pasar minyak.

Baca Juga: Harga emas mencapai puncak satu bulan setelah komentar dovish Powell

“Pasar tidak mau mengambil risiko. Harga sangat overbought, jadi pedagang mungkin ingin mengambil uang dari meja sebelum kesepakatan itu nyata, ”kata Avtar Sandu, pedagang komoditas Phillips Futures di Singapura.

Pembicaraan antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, telah gagal bulan ini setelah UEA keberatan dengan perpanjangan pakta pasokan kelompok itu di luar April 2022.

Namun, analis di Goldman Sachs, Citi dan UBS memperkirakan pasokan akan tetap ketat dalam beberapa bulan mendatang bahkan jika OPEC+ menyelesaikan kesepakatan untuk meningkatkan produksi.

"Dengan pasar minyak yang sudah defisit dan pertumbuhan permintaan melampaui pertumbuhan pasokan, pasar minyak mentah kemungkinan akan semakin ketat musim panas ini," kata analis UBS Giovanni Staunovo.




TERBARU

[X]
×